Kamis, 15 Maret 2012

poetry


Siluet
Sebagian indah semu
Sebuah bentuk imajinasi
Mimpi surga yang buat lelap
Namun buat galau saat bangun
Hayalan, yang akan benar-benar melelahkan
Siluet senja yang tak dapat disentuh
Hanya akan mengikuti
 namun menghilang sejalan datangnya malam
ilusi yang menyenyakkan
Tak semua terbayangkan membahagiakan
Berjalan seperti apa yang manusia harapkan
Fantasi untuk lenyapkan dunia
Bak hembus setan meraung
Mencabik nyata
Bujukan kesenangan yang menjerumuskan
 Dajjal dengan iming roti susu
Ikut akan terjungkal dalam bara hawa
Tahukah yang nampak api itu akan menghangatkan
Jiwa-jiwa yang beku akan syukur  atas-Nya
Akhirnya kenyataan yang akan memenangkan pertarungan
Mendali bagi jiwa-jiwa yang tak meninggalkan ruh
 hanya untuk melayang terbang
 meninggalkan alam hakikat yang tak kasat

 HILANG

Jiwaku berteriak ingin lepas ingin bebas
Pikiranku mengudara tak tentu arah
Bak malam pekat tak tampak cahaya
 dalam hutan liar ribut hewan buas kelaparan mengendus
ingin memangsa
bingung resah galau
tertekan dengan situasi yang buatk`u sumbang
mengiang-iang
menghilang dalam keterasingan pilu
dilema menampari henus-henus perasaan
kakiku beku bak kayu tergolak di tengah salju
merata tak berdaya
ku inginkan dia jadi yang sempurna
dia ya dia
dia yang bukan dia yang sempurna
dia yang menyejukkan pandangan saat kurasa dunia membosankan
dia yang mampu buat jantungku bernyanyi
dia yang buat hatiku berdenyut setelah berhenti
dia yang buatku segar saat lelah menindi
dia yang sama dengan apa yang hati restui



 Rindukanku Suluk

Allah Engkau tahu yang terbaik bagi hambamu yang nestapa
Tapi kenapa hambamu ini hamba yang serakah
Hamba yang terkadang masih tidak dapat menerima goresan tintaMu
Allah Engkaulah tempat hambaMu bergantung
Genggam hati hamba untuk dapat legowo atas garisMu
Allah maafkanlah keegoisan watak hewani manusia ini
Tapi kenapa perasaan ini nyata tak dapat dibohongi
Allah cintaku masih kotor terhadapMu
Cinta yang masih ternoda dengan debu
Ya Allah hamba pantas diinjak ke lumpur yang hina
Hamba yang slalu durhaka kepadaMu
Tak pantas lagi membayangkan surgaMu
apalagi menginjakkan sekedar bayangan hitam tubuh ini
Ya Allah hamba inggin menggapai mahabbah murni hanya untukMu
Menguak ma’rifah hakikat tertinggi
Namun kenapa hamba masih tersesat dalam kegelapan
Ya Allah tampakkanlah bintang yang mengantar hamba padaMu
Menghamba hanya menghamba
 Menghamba hanya untuk bercinta denganMu
Bukan untuk apa bukan untuk siapa tak jua firdausMu
Hanya untuk dekat denganMu


slimut malam

Bius sembab angin sepoi-sepoi merajai seonggok nyawa
Subuh penuh harap semua akan jadi gelap
Atmosfir cinta dua permata menari hambar
Hampir akan menghilang ditelan raja siang
Inginku hidup selalu malam
Walaupun tanpa bintang dan rembulan
Agar Kristal tetap utuh di pelupuk mata rabun
Kenapa hati ini boneka tali
Berlakon sekehendak sang dalang
Semanis sepahit tatanan titik pemilik cerita
Tak sebebas kucing
 mengoyak-oyak sampah mencari penghidupan
Inginku tak lihat dedaunan meneteskan embun
Gunung menggigil kedinginan semalaman
Hanya berselimut kesatria petang
Yang penuh misteri terkaan yang menyiratkan harap
Tak segagah matahari yang mempertontonkan pasti
Sehingga harap henti membelenggu tapal
Sedingin dan sepekat nafas kelelawar
Seindah gaun purnama melenggang anggun
Sesayup-sayup bunga anyelir berjoget pinggul
Sayap tak penting untuk terbang
Hanya kekuatan angan sebagai petunjuk jalan

 lagam

Hari cerah yang tak memiliki arti
Seseorang berjalan menuju hatiku
Aku menantikan sebuah kesempatan
Seorang pria mencintaiku
Dia mencoba terbaik untuk cinta
Mengikutiku seperti bayangan setiap hari
Dia berteriak di dalam hatinya
Berapa lama lagi aku harus melihatmu seperti ini
Cinta yang menyedihkan
Berapa lama lagi aku harus melanjutkan ini untuk mu
Untuk dapat mencintaiku

Kanan is Right

Tak akan lagi aku apriori dengan kanan
Tak akan lagi aku berkubang dalam kiri
Analogi keangkuhan dan kejumudan
Kini aku temukan jalan yang right
Ya, itulah jalan kanan
Sebuah jalan yang sadarkan aku tentang adanya sidik jari kemenangan
Sebuah jalan yang jadikan aku ashabul yamin-Nya
Sebuah jalan yang buatku sanggup terbang melayang
Lenyap membabat mengembara hutan belantara yang tak terjamah
Kananku kini telah buatku menemukan sepasang bidadariku
Kananku kini telah mengantarkanku ke oaseku
Kananku laksana magnet,
Gayatariknya menarikku ke mejikuhibiniu pelangi ikhtiar
Dia mengantarkan aku ta’aruf dengan pembeda abadiku
Dia mampu buatku robohkan perisai langit Tuhan
Kini karena kanan,
Aku berani membuka mata dengan senyum mengembang
Menyambut pagi yang siap dengan prajurit-prajurit perang
 
 Kenalkan Aku Cinta?

Cinta sejati bukan yang menuntut apa
Cinta sejati bukan yang bilang kau siapa
Cinta sejati bukan yang bertanya apa yang kau punya
Cinta sejati bukan yang adanya apa
Cinta sejati bukan yang hanya ada hawa
Dia adalah yang apa adanya
Dia ya dia, dia yang dia sendiri
Dia yang tulus dengan cintanya
Dia yang ingin cintanya tak pernah teteskan air mata
Dia yang ingin cintanya slalu tersenyum bahagia
Dia yang ingin gantikan tangisannya
Dia yang ingin berikan kebahagiaannya
Dia yang mempersembahkan utuh hatinya
Dia satunya yang membuatnya gila di dunia
Tanpanya, dirinya bukan siapa-siapa
Tanpanya, dirinya bukan apa-apa
Tanpanya, dia kosong
Tanpanya, dia debu
Tanpanya, dia bodoh
Tanpanya, dia gila
Tanpanya, dia hilang
Tanpanya, dia musnah
Cinta hanya melihat hidup ini adalah surga
Merindukannya adalah tugasnya
Merindukannya adalah keniscayaannya
Merindukannya adalah titah Tuhan padanya
Mati menderita merindukannya lebih indah dari hidup tanpa mengingatnya
Cinta itu cinta sampai hari tak ada mati
Cinta itu sampai hari tak ada hari

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar