Kamis, 15 Maret 2012

LAWATAN ICAL “ABU RIZAL BAKRI” KE UIN MALANG


Siapa yang tidak kenal dengan milyader Indonesia dan bahkan disebut-sebut sebagai salah satu orang terkaya di Asia Tenggara yaitu Ir. Abu Rizal Bakri. Milyader yang memiliki aset lebih dari 100 Triliun rupiah ini untuk kali ke dua menapakkan kakinya di kampus Ulul Albab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Ketua Partai berlambang pohon beringin ini datang ke UIN dalam rangka mengisi kuliah tamu tentang kewirausahaan yang bertema Membangun Perekonomian Bangsa (Tantangan dan Solusi) pada hari Rabu siang, tepatnya tanggal 15 Maret 2012. Antusiasme para pengikut seminar sangat besar. Hal itu terbukti dengan penuhnya bangku-bangku yang disediakan oleh pihak kampus dan tak sedikit peserta seminar yang duduk di lantai. 

Pengusaha yang kerap disapa dengan pangilan Ical ini tidak datang sendiri, namun detemani oleh putri mantan presiden Suharto yaitu Titie Suharto tapi mbak Titie tidak ikut memberikan materi. Seminar yang diadakan di gedung rektorat lantai 5 itu dimoderatori langsung oleh rektor UIN, yaitu bapak Imam Suprayogo. Dalam pembukaan seminar Pak Imam mengungkapkan rasa kekagumannya kepada pak Ical beliau juga menandaskan kepada peserta seminar untuk bisa menjadi seperti pak Ical. Beliau juga bercerita bahwasannya pak ical perna bertandang ke kampus 15 tahun yang lalu saat kampus UIN masih bernama STAIN dan masih berupa gedung yang kecil. Pak ical yang selaku ketua KADIN yang waktu itu sudah mengendarai pesawat pribadi mau menyempatkan waktunya hadir mengisi seminar di STAIN. Pak Imam juga bercerita tentang pembangunan UIN 2 dan menamakan gedung-gedung di UIN 1 dengan nama-nama tokoh-tokoh negara seperti Ir. Sukarno, KH. Abdur Rahman Wahid, B.J. Habibi, Jusuf Kala dan Megawati Sukarno Putri mungkin suatu saat nanti akan ada nama bapak Abu Rizal Bakri di salah satu gedung UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tegas pak Imam Suprayogo  dan sambil tersenyum nampaknya hal itu diamini oleh pak Ical.

Pak Imam menceritakan filosofi nama Maulana Malik Ibrahim pada pak Ical yang berarti Agamawan Pemimpin yang meneladani Ibrahim. Beliau lantas juga mengatakan bahwa kampus UIN ini sudah menerima pertukaran pelajar dari beberapa negara luar dan mengutip pesan Mentri Agama Surya Darma Ali “Jangan bangga kalau setiap tahun mengirim anak bangsa belajar keluar negri tapi bangalah jikalau menerima mahasiswa luar negri ke dalam negri”. Pak Imam juga mengamanatkan agar peserta seminar Jangan berpikir seperti orang awam berpikir karena pola pikir seperti itu akan menjadikan orang menjadi biasa-biasa saja.


            Pada giliran Pak Ical beliau menyanjung kampus UIN, jika 15 tahun yang lalu merupakan gedung kecil sekarang menjadi gedung yang luar biasa, ruang rektor yang sejuk , wc yang bersih dan gedung-gedung yang megah. Beliau menegaskan umat Islam Indonesia sering dikatakan miskin, kotor, bodoh bahkan teroris, maka katakanlah pada dunia bahwa kita bukanlah orang seperti itu. Indonesia yang memiliki 250 juta jiwa bagaimana bisa menjadi aset? Bagaimana mereka bisa bersaing? Tidak ada yang tidak mungkin, dengan pesatnya perkembangan teknologi seperti laptop, black barry dll, kita bisa bercengkarama dengan dunia. Manusia di dunia sekarang berkompetisi dan masyarakat Indonesia mampu bersaing di kancah Internasional. Kuncinya yaitu dengan pengetahuan,pengetahuan dan pengetahuan. Kenapa? karena dengan itu kita bisa menyampaikan sesuatu pada dunia.

Jangan katakan kita anak orang miskin dan kita tak mampu. Bersikaplah oktimis, tidak boleh pesimis karena itu sudah setengah kalah dan orang yang oktimis sudah setengah menang. Membangun usaha itu bukan dari uang tapi dari ide. Pak Ical juga pernah mengalami kebangkrutan pada krisis moneter 1998 dan sempat merelakan saham yang asalnya 100% menjadi hanya 2% untuk menutup hutang. Saat itu beliau menyebut dirinya oarng yang lebih miskin dari pengemis, karena usaha bangkrut dan berhutang triliunan rupiah. Berkat Integrasi dan Kridibilitas pak Ical pada tahun 2001 beliau bangkit karena dapat kepercayaan dana dari pihak asing.

Pak Ical juga bukan anak orang kaya. Ayahnya hanya lulusan SD yang pernah berjualan kopi, obat-obatan dan mainan anak-anak. Pengetahuan sikap pantang menyerah dan berani menerima tantanganlah yang membuat pak Ical sukses. Tak ada orang berhasil tanpa gagal. Tidak ada orang yang tak bangun setelah jatuh. Janganlah takut bermimpi besar.  Jangan pernah kenang masa lalu. Jadilah orang optimis. jangan melemahkan diri sendiri. Tunjukkan Integritas dan kridibilitas. Pemerintah tidak dapat memberikan lapangan kerja pada semua orang. Cobalah berpikir pada diri sendiri untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup sendiri. Jangan pernah meminta belas kasihan orang lain. Ambillah sebuah sikap dan bertanggung jawab. 

Akhirnya karena Pak Ical masih memiliki acara jam lima sore di Jakarta beliau mengusaikan pidatonya dan memohon undur diri. Pidato Pak Ical yang sekitar 1 jam itu ditutup oleh Pak Imam dengan ucapan terima kasih dan berkelakar “Kalau 15 Tahun yang lalu bapak ke sini sebagai ketua KADIN, sekarang bapak datang kesini sebagai ketua GOLKAR, nanti anda jadi apa saja mohon datang kesini lagi” tegas Pak Imam Suprayogo.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar