Kamis, 15 Maret 2012

PENGERTIAN HADITS, SUNNAH, ATSAR, KHABAR DAN HADITS QUDSI SERTA CONTOHNYA


8-Point Star:   1Standar Kompetensi

Memahami istilah-istilah hadits

Kompetensi Dasar
·         Medefinsikan pengertian Hadits, Sunnah,  Khabar, Atsar dan Hadits Qudsi.
·         Membandingkan Pengertian Hadits, Sunnah,  Khabar, Atsar dan Hadits Qudsi.
·         Menerapkan pengertian Hadits, Sunnah (sunnah qauiyah, sunnah fi’liyah dan sunnah taqririyah) ,  Khabar, Atsar dan Hadits Qudsi.
Materi Pokok
PENGERTIAN HADITS, SUNNAH, ATSAR, KHABAR DAN HADITS QUDSI SERTA CONTOHNYA
a. Hadits
Secara lughowiyah kata hadits berasal dari derivasi kata
)حدث – يحدث – حدوث – حداثة – حادث – محدوث )
Mempunyai beberapa arti, diantarana:
Baru, kebalikan dari lama (qadim).
Dekat, belum lama terjadi
Khabar, berita riwayat.
Menurut  istilah para ahli hadits (Muhadditsin) antara lain Al-Hafidh dalam Syarah Al-Bukhori menerangkan, bahwa hadits ialah :
أقواله صلى الله عليه و سلم و أفعاله و أحواله
Artinya: “ Perkataan-perkataan Nabi Muhammad SAW, perbuatan-perbuatan dan keadaan beliau”. (Aminuddin Siddik Muhtadi, 1986).
أقواله صلى الله عليه و سلم و أفعاله و تقاريره مما يتعلق بالحكم
“Segala perkataan, perbuatan dan taqrir Nabi Muhammad SAW, yang bersangkut paut dengan hukum” (T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy, 1974).
Dari definisi tersebut di atas dapat diambil pengertian bahwa hadits memiliki kriteria sebagai berikut:
a. Sesuatu yang disandarkan harus kepada Nabi Muhammad saw Artinya, segala sesuatu yang bukan disandarkan kepada Nabi Muhammad bukan hadits seperti nabi Daud, Ibrahim, Musa, Isa dan lain-lain.
b. Penyandaran sesuatu adalah setelah Muhammad diangkat oleh Allah SWT menjadi
Nabi dan Rasul
c.Sesuatu yang disandarkan kepada Nabi mencakup perbuatan, perkataan, persetujuan, perangainya dan lain-lain.
Caontoh dari hadits Nabi Muhammad SAW:
إنما الأعمال بالنيات
Artinya : “ Segala amal perbuatan dengan niat”. (H.R. Al-Bukhori dan Muslim).
b. Sunah
Dari segala bahasa, sunnah berarti jalan yang bertentangan untuk dilalui, jalan yang bauk dan tidak baik.
Sunnah jugs berarti adat kebiasaan atau tradisi atau ketetapan meskipun hal tersebut tidak baik.  
الطريقة المعتادة حسنة كانت ام سيئة
Artinya : “Cara atau jalan yang biasa ditempuh, baik terpuji maupuntercela.Seperti Rasulullah saw bersabda:
من سن سنة حسنة فله أجرها و أجر من عمل بها الى يوم القبامة و من سن سنة سيءة فعليه وزرها من عمل بها الى يوم القيامة (رواه البخارى )
Artinya :
“Barang siapa mengadakan sunnah / jalan yang baik, maka baginya pahala atas jalan yang ditempuhnya ditambah pahala orang-orang yang mengerjakannya sampai hari kiamat. Dan barang siapa mengadakan sunnah / jalan yang buruk, maka atasnya dosa karena jalannya buruk yang ditempuhnya ditambah dosa orang yang mengerjakannya sampai hari kiamat. “
1. Menurut sebagaiaan ulama Muhadditsin pengertian sunnah lebih luas dari hadits. Sunnah meliputi segala yang datang dari Nabi Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan dan taqrir, juga sifat-sifat dan perilaku atau perjalanan hidup beliau; sebelum atau sesudah diangkat menjadi Nabi.
  ما نقل عن النبى صلى الله عليه و سلم من أقوال و أفعال أو تقرير
Artinya :
“Segala yang dinukilkan dari Nabi SAW baik berupa perkataan, perbuatan maupun taqrir (ketetapan) beliau”.
2. Para ahli Ushul Fiqih berpendapat bahwa Sunnan menurut istilah,
كل ما صدر عن النبى ص.م من قول أو فعل تقرير مما يصلح أن يكون دليلا لحكم شرعي
Artinya :
Sunnah ialah segala dari Nabi SAW, baik perksataasn maupun perbuatan, atau taqrir yang mempunyai hubungan dengan hukum agama .
(M.T. Hasbi Ash-Siddieqy, 1974).
3. Menurut ulama Fiqih, sunnah adalah : adalah segala perbuatan yang apabila dikerjakan akan mendsapatkan pahala, tetapi apabila tidak dikerjakan tidak akan dikenakan siksa, dosa (‘iqab
). Seperti shalat 2 raka’at sebelum maghrib.
4. Menurut ulama mauidzah , Pengertian sunnah yaitu (ما قابل البدعة ) 
Maksudnya, yaitu lawan kata dari bid’ah. Bid’ah itu sendiri menurut bahasa adalah al-amr al-mustahdas, artinya sesuatu yang baru. Artinya, mudahnya kita sering mendengarkan bahwa amalan ini tidak dicontohkan oleh Nabi (Bid’ah). Dan dalam tataran hukum Islam sunnah menempati posisi kedua setelah Al- Qur’an. Hal ini diterapkan   dalam sabda Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:
تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما تماسكتم بهما كتاب الله و سنة نبيه
Artinya :
“Sesungguhnya telah aku tinggalkan untukmu dua perkara; kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang padakeduanya, yaitu Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasulnya” (HR.Malik).
وعليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين المهديين بعدي
Artinya :
“Berpegang tegulah kamu dengan sunnahku dan sunnah Al-Khulafah Ar-Rasyiddin sesudahku” (HR.Abu Daud dan Turmudzi dan Irbadh bin Sariyah).
Guna menghindari kerancuan pengertian hadits dan sunnah perlu ditegaskan perbedaannya. Haduts ialah segala peristiwa yang disandarkan kepada Nabi SAW, walaupun selama hayat beliau hanya sekali terjadi, atau hanya diriwayatkan oleh seseorang. Adapun sunnah adalah amaliah SAW yang mutawatir dan sampai kepada kita dengan cara mutawatir pula. Nabi melaksanakannya bersama para sahabat, lalu para sahabat melaksanakannya. Kemudian diteruskan oleh para tabi’in, waklaupun lafadz ppenyampaiannya tidak mutawatir namun cara penyampaiaannya mutawatir.
Mungkin terjadi perbedaan lafadz dalam meriwayatkan suatu kejadia, sehingga dalam segi sanad dia tidak mutawatir, akan tetapi dalam segi amaliahnya dia mutawatir. Proses yang mutawatir itulah yang disebut sunnah.
Oleh karena itu dalam kehidupan kita sehari-hari sering para ulama menjelaskan bahwa amalan ini telah sesuai dengsan sunnah Rasul.
MACAM-MACAM SUNNAH
Dari pengertian tentang sunnah seperti yang diterangkan dalam bab sebelumnya terdapat tiga macam sunnah, yaitu :Sunnah Qauliyah  (سنة قولية) , Sunnah Fi’liyah (سنة فعلية) , Sunnah Taqririyah (سنة تقريرية) .
a. Sunah Qauliyah (سنة تقريرية)
Perkataan atau ucapan-ucapan Nabi SAW yang berhubungan dengan syari’at Islam.
المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضا
Artinya :
“Orang mu’min dengan orang mu’min lainnya bagaikan sebuah bangunan yang satu sama lain menguatkan.
عن ابن عمر رضي الله عنه قالف بينمانحن جلوس عند رسول الله صلى الله عليه و سلم ذات يوم اذ طلع علينا رجل شديد بياض الثواب شديد سواد الشعر لا يرى عليه اثر السفر و لا يعرفه منا احد حتى جلس الى النبى صلى الله عليه و سلم فاسند ركبتيه ووضع كفيه على فخذيه : ... فأخبرنى عن الإيمان قال أن تأمن بالله و ملائكته ورسله و اليوم الاخر و تأمن بالقدر خيره و شره قال صدقت .........(رواه مسلم )
Artinya :
“Dari Ibnu Umar ra ketika suatu hari kami duduk-duduk disamping Rasulullah SAW tiba-tiba datang seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih warnanya sangat hitam rambutnya tidak diketahui jejak perjalanan pada pribadinya kami semua tidak ada yang kenal terhadap orang laki-laki tersebut, sehingga ia duduk disisi Rasulullah SAW lalu menyandarkan keduas lututnya ke kedua lutut Rasulullah dan meletakkan kedua telapak tanganya diatas kedua paha Rasulullah lalu bertanya “Wahai Muhammad berilah keterangan kepadaku tentang iman lalu Rasulullah menjawab Iman adalah percaya pada Allah, malaikat-malaikatnya, kitab-kitabnya, rasul-rasulnya, hari akhir dan qodar Allah yang baik dan yang buruk. Lalu orang laki-laki tersebut menjawab benar engkau Muhammad.........(HR.Muslim)
b.Sunah Fi’liyah (سنة فعلية)
Sunah fi’liyah adalah amal-amal perbuatan Nabi SAW yang berhubungan dengan syari’at Islam seperti tata cara mengerjakan shalat, menunaikan ibadah haji sebagaimana yang dicontohkan Nabi SAW dalam sabdanya:contohnya 
كان الني صلى الله عليه وسلم يسوى صفوفنا اذا قمنا الى الصلاة فإذا استوينا كبر (رواه مسلم ) 
Artinya :
Nabi SAW menyamakan meluruskan shaf-shaf kami ketika kami melakukan shalat, apabila shaf-shaf kami telah lurus barulah nabi SAW bertakbir “(HR. Muslim)
صلوا كما رأيتمونى أصلى (ر واه البخارى و مسلم من مالك)
Artinya:”Kerjakanlah shalat seperti aku mengerjakannya.(HR. Bukhari Muslim dari Malik)
خذوا عني منا سككم (رواه مسلم عن جابر)
Artinya :” Apabila manasik tata cara mengerjakan haji kamu dariku” (HR. Muslim dari Jabir)
c. Sunnah Taqririyah ialah penetapan atau persetujuan Nabi SAW terhadap sesuatu amal perbuatan seseorang sahabat yang berhubungan dengan syara, yang dilakukan di hadapan atau dilaporkan kepada Nabi SAW, sedang Nabi tidak melarang atau menyalahkannya. Contohnya seperti yang diriwayatkan bahwa pada suatu hari Nabi SAW disuguhi makannan diantaranya daging (dhab) (sejenis biawak). Beliau tidak memakannya sehingga Khalid bin Walid bertanya: Apakah daging itu haram ya Rasulullah? Nabi menjawab”: 
لا ، ولكنه ليس في أرض قومى كلوا فإنه حلال (متفق عليه)
Artinya : Tidak, tetapi binantang itu tidak terdapat di daerah kaumku. Makanlah sesungguhnya dia halal (HR. Bukhari dan Muslim)
كنا نصلى ركعتين بعد غروب الشمس و كان رسول الله عليه و سلم يرانا و لم يأمرنا و لم ينهنا (رواه مسلم)
Artinya :”adalah kami para sahabat melakukan shalat dua rakaat sesudah terbenam matahari sebelum shalat mghrib Rasulullah SAW melihat apa yang kami lakukan diam beliau tidak menyuruh dan tidak pula melarang kami.(HR. Muslim)
c. Atsar
Atsar dari segi bahasa adalah bekas sesuatu atau sisa sesuatu dan berarti pula nukilan atau (yang dinukilkan) .karena doa yang dinukilkan / berasal dari Nabi SAW dimanakan doa ma’tsur.  
Atsar menurut istilah, kebanyakan ulama bahwa atsar mempunyai pengertian sama dengan khabar dan hadits.
Sebagian ulama mengatakan bahwa atsar lebih umum dari pada khabar, yaitu atsar berlaku bagi segala sesuatu dari Nabi maupun yang selsain dari Nabi SAW, sedangkan khabar khusus bagi segala sesuatu dari Nabi SAW saja.
Para fuqoha’ memakai istilah “atsar” untuk perkataan-perkataan ulama’ salaf, sahabat , tabi’in, dan lain-lain.

ماأضيف الى الصحابة و التابعين من أقوال و أفعال
Artinya :
Perkataan dan perbuatan yang disandarkan kepada sahabat dan tabi’in.
Contohnya perkataan tabi’in , Ubaidillah Ibn Abdillah IBN Utbah ibn Mas’ud:
السنة ان يكبر الامام الفطر و يوم الاضحى حين يجلس على المنبر قبل الخطبة تسع تكبيرات (رواه البيهقى)
Artinya:
Menurut sunnah hendaklah imam bertakbir pada hari raya fitri dan adha sebannyak sembilan kali ketilka duduk di atas mimbar sebelum berkhutbah (HR. Baihaqi)
d. Khabar
Secara lughawiyah khabar berarti warta kabar berita yang disampaikan seseorang kepada yang lain menurut istilah ulama muhadditsin khabar adalah sustu berita, baik dari Nabi SAW, para sahabat, maupun dari tabi’in.
Ulama lain berpendapat bahwa khabar hanya dimaksudkan sebagai berita yang diterima dari selain Nabi Muhammad SAW. Orang yang meriwayatkan sejarahdisebut khabary atau disebut muhaddisy. Disamping itu pula yang berpendapat bahwa khabary itu sama dengan hadits, keduanya dari Nabi SAW. Sedangkan atsar dari sahabat. Karenanya, maka timbul hadits marfu’, mauquf atau maqtu’. 
ما اضيف الى النبي صلى الله عليه و سلم او غيره
Artinya :
“Segala sesuatu yang disandarkan atau berasal dari Nabi atau yang selain dari Nabi. Contoh Ali  bin Abi Thalib ra. Berkata:
من السنة وضع الكف تحت السرة في الصلغاة
Artinya :
“Sunnah ialah meletakkan tangan di bawah pusar.
e. Hadits  Qudsi
Hadits Qudsi adalah berkata-kata yang disabdakan Nabi Muhammad SAW dengan mengatakan bahwa Allah berfirman, Nabi SAW menyandarkan perkataan hadits itu kepada Allah, dan beliau meriwayatkannya ari Allah SWT.
Menurut Al-Kirmani hadits Qudsi disebut juga dengan hadits Ilahi dan hadits Rabbani.
Sedangkan At-Tibbi mengemukakan bahwa hadits qudsi ialah firman Allah SWT yang disampaikan kepada Nabi SAW dalam mimpi, atau ilham, kemudian Nabi menerangkannya dengan susunan perkataan beliau sendiri dengan mennyendarkannya kepada Allah.
Perbedaan Al-Qur’an dan hadits Qudsi ialah bahwa Al-Qur’an adalah wahyu lafadznya dari Nabi SAW dan ma’nanya dari Allah SWT diturunkan kepada Nabi dengan jalan ilham atau mimpi. Contoh hadits Qudsi adalah :
قال الله عز و جل انا عند ظن عبدي بى و انا مهه حيث يذكرني (رواه البخارى عن ابى هريرة)
Artinya :
“Allah SWT berfirman “ Aku adalah menurut persangkaan hambaku dan Aku beserta dia dimanapun dia mengingatku” .( HR. Bukhari dari Abu Hurairah)
قال الله تعالى كل عمل ابن ادم له الا الصوم فإنه لى و انا اجري به و الصيام جنة ، فإذا كان يوم صوم احدكم فلا يرفث و لا يصخب ، فإن سبه احد او قاتله فليقل انى صائم (رواه البخارى و سلم)
Artinya :
“ Allah SWT berfirman semua amal manusia adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa. Puasa itu untukku. Aku akan memberi balasannya. Puasa itu perisai apabila seseorang itu sedang berpuasa janganlah kamu mencaci maki, berkata keji, dan jangan pula membuat keributan. Apabila ada yang memaki atau membunuh, maka katakanla’Saya sedang berpuasa” (HR. Bukhari dan Muslim).
  



Ulangan Harian 
A. Berilah tanda silang pada jawaban a, b, c, d atau e dengan baik dan benar!
1. لا، و لكنه ليس فى لأرض قومى كلوا فإنه حلال (متفق عليه)
Potongan hadits di atas adalah Qoul Nabi terhadap pertanyaan sahabat tentang halal dan haramnya.....
a. daging biawak
b. daging belsalang
c. daging ikan laut
d. daging ikan hiu
e. daging ikan lumba-lumba
2. خذوا عني منا سككم (رواه مسلم عن جابر)
Artinya adalah .......
a. ambillah pekerjaan haji kamu dari Ku
b. ambillah kewajiban haji tiap tahun kamu dari Ku
c. ambillah manasik kamu dari Ku
d. lakukanlah kewajiban haji kamu dari Ku
e. ambillah cara haji yang ringan dari Ku
3. خذوا عني منا سككم (رواه مسلم عن جابر)
Hadits di atas adalah contoh dari sunnah....
a. Fi’liyah
b. Qauliyah
c. Taqririyah
d. Hammiyah
e. Semua jawaban benar
4. Dari segi bahasa arti taqrir adalah ....
a. ucapan
b. perbuatan
c. ketetapan
d. keenganan
e. terlanjur
5. Sahabat Nabi yang mewakili teman-temannya menyatakan hukum memakan daging biawak adalah...
a. Khalid Bin Mughiroh
b. Kholid Bin Walid
c. Abdullah Ibnu Umar
d. Abdullah Ibnu Mas’ud
e. Abdullah Ibnu Abba
6. لا ، ولكنه ليس في أرض قومى كلوا فإنه حلال (متفق عليه)
Kata yang bergaris bawah artinya...
a. Tetapi binatang itu terdapat di daerah kaum Ku
b. Tetapi binatang itu banyak terdapat di daerah kaum Ku
c. Tetsapi binantang itu kesukaan kaum Ku
d. Tetapi binantang itu tidak terdapat di daerah kaum Ku
e. Tetapi makan binatang itu menjadi tradisi di daerah kaum Ku
7. Nabi mencontohkan tata cara shalat, haji, puasa hal yang demikian dalam kajian ilmu hadits dikategorikan sebagai sunnah...
a. Fi’liyah
b. Qauliyah
c. Taqririyah
d. Hammiyah
e. Semua jawaban benar
8. Ahli hadits mendefinisikan khabar adalah....
a. suatu berita baik dari Nabi SAW , SAHABAT MAUPUN TABI’IN
b. suatu berita yang diterima dari semua orang
c. suatu berita yang hanya mengandung hukum
d. suatu berita yang khusus dari sahabat Nabi
e. suatu berita yang berasal dari ulama kholat
9. Istilah yang digunakan untuk ahli hadits disebut....
a. Ushuliyah
b. Khabari
c. Mura’alimin
d. Muhadditsin
e. Mutakallimin
10. Istilah lain dari para ahli ushul adalah...
a. Ushuliyah
b. Mutakallimin
c. Khabary
d. Fuqaha’
e. Muhadditsin
11. Para ahli Fiqih, mereka biasa disebut dengan...
 a. Ushuliyah
b. Mutakallimin
c. Khabary
d. Fuqaha’
e. Muhadditsin
12. Para ahli ilmu kalam mereka biasa disebut...
a. Ushuliyah
b. Mutakallimin
c. Khabary
d. Fuqaha’
e. Muhadditsin
13. Menurut Al- Kirmani hadits qudsi bias juga disebut...
a. Hdits Ilahi
b. Hadits shahih
c. Hadits nabawi
d. Hadits rabani
e. Jawaban a dan b benar
14. Perbedaan yang jelas antara hadits nabawi dengan hadits qudsi adalah ...
a. Hadits qudsi nabi memulai sabdanya dengan “ Allah berfirman”
b. Nabi menjelaskan sendiri ini adalah jenis hadits qudsi
c. Hadits qudsi sudah dijamin pasti shahih
d. Hadits nabawi beliau menyandarkan sabdanya pada dirinya sendiri
e. Jawaban a dan d benar
15. Ditinjau dari bahasa kata hadits dapat mempunyai beberapa arti diantaranya adalah kecuali...
a. Baru
b. Khabar
c. Dekat
d. Lama
e. Berita
16. Yang dimaksud hadits qudsi adalah...
a. Lafadz dari Allah
b. Maksudnya dari Allah
c. Lafadz dan maknanya dari Allah
d. Lafadz dari Nabi maknanya dari Allah
e. Lafadz dan maknanya dari nabi
17. قال الله تعالى كل عمل ابن ادم له الا الصوم فإنه لى و انا اجري به و الصيام جنة ، فإذا كان يوم صوم احدكم فلا يرفث و لا يصخب ، فإن سبه احد او قاتله فليقل انى صائم (رواه البخارى و سلم)
Kandungan hadits di atas adalah, kecuali...
a. Puasa adalah perisai
b. Orang puasa dilarang mencaci maki
c. Orang puasa dilarang membuat keributan
d. Orang puasa dibolehkan tidur siang dan dinilai ibadah
e. Orang puasa jika dicaci orang lain hendaknya berkata saya berpuasa
18. قال الله عز و جل انا عند ظن عبدي بى و انا مهه حيث يذكرني (رواه البخارى عن ابى هريرة)
Melihat hadits di atas maka dapat dikategorikan sebagai hadits...
a. Hadits nabawi
b. Hadits ilahi
c. Hadits rabani
d. Hadits qudsi
e. Jawaban b, c dan d benar
19. إنما الأعمال بالنيات
Hadits di atas artinya...
a. Segala amal perbuatan dengan niat
b. Segala amal perbuatan harus ikhlas
c. Niat boleh dilakukan setelah amal
d. Amal tidak sah tanpa niat
e. Niat wajib dilafalkan dengan keras
20. ما اضيف الى النبي صلى الله عليه و سلم او غيره
Adalah definisi...
a. Khabar
b. Sunnah
c. Ma’tsur
d. Hadits
e. Atsar
21. Dalam syarah Bukhori dijelaskan bahwa pengertian hadits
أقواله صلى الله عليه و سلم و أفعاله و أحواله yang dimaksud dengan  أحوالهadalah...
a. Perintah Nabi
b. Keadaan Nabi
c. Keengganan Nabi
d. Diamnya Nabi
e. Nasehat Nabi
22. أقواله صلى الله عليه و سلم و أفعاله و أحواله adalah definisi hadits...
a. Ahli hadits
b. Ahli fiqih
c. Muhadditsin
d. Ushuliyin
e. Jawaban a dan c benar
23. ما نقل عن النبى صلى الله عليه و سلم من أقوال و أفعال أو تقرير definisi di atas artinya adalah...
a. Segala yang dinukil dari Nabi SAW baik yang berupa petunjuk, perbuatan maupun isyarat (ketetapan) beliau.
b. Segala yang diambil dari Nabi SAW baik berupa wasiat, nasihatmaupun keputusan beliau
c. Segala yang dinukilkan dari Nabi SAW baik berupa harta, materimaupun spiritual beliau
d. Segala yang dinukilkan dari Nabi SAW baik yang berupa perkataan, perbuatan maupun yaqrir (ketetapan) beliau
e. Segala sesuatu yang berasal dari Nabi SAW baik berupa pemberitaan, perdamaian maupun (ketetapan) beliau
24. تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما تماسكتم بهما كتاب الله و سنة نبيه maksud hadits di atas...
a. Sumber hukum yang secara pasti mengantarkan keselamatan manusia adalah Al-Qur’an dan Sunnah Rasul
b. Sumber hukum Al-Quran dan Sunnah Rasul adalah pilihan yang harus diperioritaskan oleh umat6 Islam
c. Orang yang tidak mau mengambil Al-Quran dan Sunnah Rasul sebagai hukum adalah kafir
d. Orang yang tidak mau mengambil Al-Quran dan Sunnah Rasul sebagai hukum adalah dlolim
 e. Orang yang tidak mau nengambil Al-Quran dan Sunnah Rasul adalah fasiq
25. وعليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين المهديين بعدي maksud hadits di atas adalah...
a. Perintah untuk berpegang teguh pada sunnah
b. Perintah untuk menggali sunnah
c. Perintah untuk memperhatikan sunnah
d. Perintah untuk berhati-hati terhadap sunnah
e. Perintah untuk mewaspadai sunnah palsu
26. Perbedaan yang jelas dalam mendefinisikan hadits menurut ahli hadits dan ahli ushul adalah
a. perkataan, perbuatan dan taqrir beliau ang berkaitan dengan hukum
b. ahli Ushul yang disebut hadits adalah perkataan, perbuatan dan taqrir beliau yang berkaitan dengan kejahatan
c. ahli ushul yang disebut hadits adalah perkataan, perbuatan dan taqrir beliau yang berkaitan dengan keimanan
d. Ahli ushul yang disebut hadits adalah perkataan, perbuatan dan taqrir beliau yang berkaitan dengan ibadah
e. . Ahli ushul yang disebut hadits adalah perkataan, perbuatan dan taqrir beliau yang berkaitan dengan masyarakat
27. Khabar dari segi bahasa artinya...
a. Warta berita
b. Desas-desus
c. Peristiwa
d. Isu-isu
e. Sisa sesuatu
28. Dari segi bahasa hadits berarti...
a. Orang yang berhadats
b. Orang yang bercakap-cakap
c. Baru
d. lama
e. Orang yang dahulu
29.Sedangkan makna sunnah dari segi bahasa adalah...
a. Berita
b. Bekas
c. Dekat
d. Perjalanan
e. Sisa
30. Sunnah adalah sesuatu yang datang dari Nabi secara...
a. Mandiri
b. Resmi
c. Berulang-ulang
d. Tiba-tiba
e. Kedangkalan
31. Khabar lebih umum dari hadits, karena...
a. hadits juga datang dari sahabat
b. hadits juga bersifat umum
c. Khabar sesuatu yang datang dari Nabi
d. Hdits perjalanan Nabi
e. Khabar sesuatu yang datang dari Nabi dan orang lain
32. Sunnah yang diartikan lawan bi’ah adalah menurut pendapat...
a. ahli hadits
b. ahli hukjm
c. ahli maw’idzah
d. ahli fiqih
e. ahli ushul fiqih
33. Para sahabat adalah peninggalan Rasulullah yang bertemu dan bersahabat dengan beliau. Oleh karena itu, apa yang datang dari dimasukkan dalam sinonim hadits, yaitu...
a. Hadits
b. Khabar
c. Bid’ah
d. Sunnah
e. Atsar
34. Dari segi bahasa sunnah adalah...
a. Jalan yang terbentang untuk dilalui
b. Adat kebiasaan
c. Hadits
d. Jalan yang baik atau yang buruk
e. Semua jawaban benar
35. Menurut ahli hadits bahwa perbedaan hadita dengan sunnah adalah...
a. Hadits lebih luas artinya dari pada sunnah
b. Sunnah lebih luas pengertiannya dari pada hadits
c. Hadits atau sunnah sama saja
d. Sunnah hanya khusus pada Nabi, Rasulullah,Wali
e. Hadits bisa disandarkan pada selain Nabi
36. Kata atsar dari segi bahasa mempunyai arti...
a. debu yang berterbangan
b. bekas sesuatu
c. sisa sesuatu
d. barang yang sudah tidak berguna
e. jawaban b dan c benar
37. Sebuah do’a tang langsung diajarkan Nabi dan dinukilkan sampai kepada kita maka do’a tersebut dinamakan...
a. mansur
b. ijabah
c. ma’stur
d. mahdhoh
e. mujarab
38. Para ulama banyak berbeda pendapat dalam memahami istilah hadits, sunnah, khabar, atsar sehingga kalau diikuti semua akan timbul kerancuan, dan untuk menghindari semua kerancuan tersebut ulama ahli fiqih memakai atsar hanya untuk...
a. para sahabat
b. ulama salaf
c. tabi’in
d. semua orang
e. jawaban a, b dan c benar
39. Pada umumnya para ulama mengklasifikasikan bentuk sunnah menjadi 3 yaitu sunnah...
a. Qauliyah, Fi’liyah dan Taqririyah
b. Qauliyah, Hammiyah dan Taqririyah  
c. Muakkad, Goiru Qauliyah
d. Qauliyah, Fi’liyah dan Muakkad
e. Goiru Qauliyah, Fi’liyah dan Taqririyah
40. Yang dimaksud dengan sunnah Qauliyah adalah...
a. Isyarat yang diberikan pada Nabi yang berkaitan dengan syariat Islam
b. Petunjuk Nabi yang berkaitan dengan syariat Islam
c. Pengawasan syariat Islam yang dilakukan Nabi SAW
d. Komentar dan tanggapan yang diberikan Nabi SAW
e. Ucapan Nabi SAW yang berhubungan dengan syariat Islam
41. المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضا Hadits di atas artinya...
a. Orang mukmin dengan muknin lainya bagaikan sebuah persatuan, yaitu satu sama lain saling menguatkan
b. Orang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan sebuah ikatan, yang satu sama lain saling menguatkan
c. Orang mukmin dengan muknin lainya bagaikan sebuah bangunan, yaitu satu sama lain saling menguatkan
d. Orang mukmin dengan muknin lainya bagaikan sebuah kumpulan, yaitu satu sama lain saling menguatkan
e. Orang mukmin dengan muknin lainya bagaikan sebuah menara, yaitu satu sama lain saling menguatkan
42. أن تأمن بالله و ملائكته و كتبه و رسله و اليوم الاخر و تأمن بالقدر خيره و شره، قال صدقت..... hadits rukun iman bila ditinjau dari bentuk sunnahadalah termasuk sunnah....
a. Fi’liyah
b. Taqririyah
c. Jawaban a dan b benar
d. Hammiyah
e. Qauliyah
43. Yang dimaksud dengan sunnah Fi’liyah......
a. bimbingan nabi SAW berhubungan dengan syariat Islam
b. nasehat nabi SAW berhubungan dengan syariat Islam
c. persetujuan nabi SAW berhubungan dengan syariat Islam
d. perbuatan nabi SAW berhubungan dengan syariat Islam
e. cara berkerja nabi SAW berhubungan dengan syariat Islam
44. صلوا كما رأيتمونى أصلى (ر واه البخارى و مسلم من مالك) hadits di atas artinya...
a. Kerjakanlah shalat sesungguhnya shalat mencegah kemungkaran
b. Kerjakanlah shalat sesungguhnya shalat mencegah keji
c. Kerjakanlah shalat sesungguhnya shalat menguatkan kesabaran
d. Kerjakanlah shalat sesungguhnya shalat amat besar pahalanya
e. Kerjakanlah shalat sebagaimana kamu melihat aku shalat
45.  صلوا كما رأيتمونى أصلى (ر واه البخارى و مسلم من مالك) hadits di atas adalah jenis sunnah...
a. Fi’liyah
b. Qauliyah
c. Taqririyah
d. Hammiyah
e. Semua jawaban benar
46. كان الني صلى الله عليه وسلم يسوى صفوفنا اذا قمنا الى الصلاة فإذا استوينا كبر (رواه مسلم )   Hadits di atas adalah menjelaskan tentang...
a. Meluruskan shaf dalam shalat
b. Kekhusukan dalam shalat
c. Membuat tenang shalat
d. Menyusun damai shalat
c. Tuma’ninah dalam shalat
47. خذوا عني منا سككم (رواه مسلم عن جابر) Hadits di atas bula dipahami lebih banyak menunjuk pada...
a. Perbuatan Nabi
b. Ucapan dan nasehat nabi
c. diamnya Nabi
d. larangan Nabi
e. perintah-perintah Nabi
48. Shalat Qobliyah maghrib adalah contoh dari sunnah...
a. Fi’liyah
b. Qauliyah
c. Taqririyah
d. Hammiyah
c. Semua jawaban benar
49. Dalam sebuah riwayat salah satu sahabat yang suka melakukan shalat Qobliyah maghrib dan Nabi membiarkannya adalah....
a. Imam Syafi’i
b. Imam Bukhori
c. Ibnu Abbas
d. Imam Hanafi
e. Imam Maliki
50. Yang dimaksud dengan sunnah taqririyah
a. eaksi Nabi SAW terhadap perbuatan sahabat yang berhubungan dengan syariat Islam
b. Respon Nabi SAW terhadap aktifitas sahabat yang berhubungan dengan syariat Islam
c. Persetujuan Nabi SAW terhadap perbuatan atau laporan sahabat yang berhubungan dengan syariat Islam
d. Sikap Nabi SAW terhadap pertanyaan sahabat yang berhubungan dengan syariat Islam
e. Aktifitas Nabi SAW terhadap perbuatan sahabat yang berhubungan dengan syariat Islam

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1. Apa yang dimaksud dengan sunnah Qauliyah? Apa semua ucapan Nabi juga disebut dengan sunnah Qauliyah?
Jawab : ......................................................................................................................................................
2. Tulislah hadits yang kamu hafal yang berkaitan dengan ucapan Nabi!
Jawab : ......................................................................................................................................................
3. Tulislah kembali definisi sunnah  Taqririyah beserta contohnya!
Jawab : .....................................................................................................................................................
4. Sebutkan definisi hadits!
Jawab : ......................................................................................................................................................
5. Tulislah pengertian sunnah  baik dari segi bahasa maupun istilah !
Jawab : ......................................................................................................................................................









8-Point Star:   2Standar Kompetensi

Memahami sanad dan matan hadits

Kompetensi Dasar
·         Menjelaskan pengertian sanad dan matan
·         Menerapkan pengertian sanad dan matan dalam hadits

Materi Pokok
A. Sanad
Menjelaskan pengrtian sanad dan contoh
Dari segi bahasa, sanad berarti : المعتمد artinya yang menjadi sandaran, tempat bersandar. Arti yang lain sesuatu yang dapat dipegangi atau dipercaya. Dalam istilah ilmu hadits sanad ialah rangkaian urutan orang-orang yang menjadi sandaran atau jalan yang menghubungkan satu hadits atau sunnah sampai pada Nabi saw.
Sanad menurut istilah ahli hadits yaitu :
الطريق الموصل الى المتن
Artinya : Jalan yang menyampaikan kepada matan hadits. Atau dalam istilah lain
سلسلة الرجال الموصل الى المتن
Artinya : mata rantai para periwayat hadits yang berhubungan sampai ke matan hadits.
Menerangkan rangkaian urutan sanad suatu hadits disebut isnad. Orang yang menerangkan sanad suatu hadits disebut musnid. Sedangkan hadits yang diterangkan dengan menyebutkan sanadnya sehingga sampai kepada Nabi saw disebut musnad.
Contoh :
اخبرنا مالك عن نافع عبد الله بن عمر ان رسول الله صلى الله عليه و سلم قال : لا يبيع بعضهم على بيع بعض (رواه البخارى و مسلم )
Artinya :
Dikhabarkan kepada kami oleh Malik yang menerimanya dari Nafi’ yang menerimanya dari Abdullah ibn Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda : janganlah sebagian dari antara kamu membeli barang yang sudah dibeli oleh sebagian yang lain. (Al-Hadits)
Dalam hadits di atas yang dimaksud “sanad” yaitu:

خبرنا مالك عن نافع عن عبد الله بن عمر ان رسول الله صلى الله عليه و سلم قال :
B. Matan
Menjelaskan pengertian matan dan contoh
`Dari segi bahasa, matan berarti punggung jalan, tanah gersang atau tandus,membelah, mengeluarkan, mengikat. Matan menurut istilah ilmu hadits yaitu: 
ما انتهى اليه السند من الكلام فهو نفس الحديث الذي ذكر اسناد له
Artinya :
Perkataan yang disebut pada akhir sanad, yaitu sabda Nabi SAW yang disebut sewsudah habis disebutkan sanadnya.
Contoh:
عن محمد عن ابى هريرة ان النبي صلى الله عليه و سلم قال : لو لا ان اشق على امتى لامرتهم بالسواك عند كل صلاة  (رواه الترمذى)
Artinya :
Dari Muhammad yang diterima dari Abu Salamah yang diterimanya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: Sanadnya tidak akan memberatkan terhadap umatnya, niscaya aku suruh mereka untuk bersiwak (menggosok gigi) setiap akan melakukan shalat ( HR. Turmudzi).
Matan dalam hadits di atas yaitu:
لولا ان اشق على امتي لا مرتهم بالسواك عند كل صلاة
C. Rawi
Menjelaskan pengertian rawi dan contoh
Orang yang memindahkan hadits dari seorang guru kepada orang lain atau membukukannya ke dealam suatu kitab hadits. Rawi pertama adalah para sahabat dan rawi terakhir adalah orang yang membukukannya, seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Ahmad, dan lain-lain.
Suatu hadits yang telah sampai kepada kita dalam bentuknya yang sudah terdewan (terbukukan) dalam dewan-dewan (buku-buku)hadits, melalui beberapa rawi dan sanad. Rawi terakhir hadits yang termaksud dalam shahih Bukhari atau dalam shahih Muslim, ialah Imam Bukhari dan Imam Muslim. Seorang penyusun atau pengarang, bila hendak menguatkan suatu hadits yang ditakhrijkan dalam suatu kitab hadits, pada umumnya membubuhkan nama rawi (terakhirnya) pada akhir matnul haditsnya, untuk lebih memperjelas pengertian sanad, matan dan rawi mari kita perhatikan hadits berikut ini  
عن المؤمنين عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله و سلم من احدث في امرنا هذا ما ليس منه فهو رد (متفق عليه)
Artinya :
“Warta dari ummul mu’minin ‘Aisyah R.A., ujarnya: Rasulullah SAW telah bersabda: “Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu yang bukan termasuk urusan (agama)ku, maka ia ditolak”.(Riwayat Bukhari dan Muslim).
 Kalimat:
 عن المؤمنين عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله و سلم
Disebut sanad
Kalimat :من احدث في امرنا هذا ما ليس منه فهو رد Disebut matan
 Kalimat : (متفق عليه) Disebut rawi
Contoh lain :
عن عبد الله ابن عمر بن العاص عن الني صلى الله عليه و سلم قال : رضا الله في رضا الوالدين وسخط الله فى سخط الوالدين (رواه البيهقى)
 Kalimat :عن عبد الله ابن عمر بن العاص عن الني صلى الله عليه و سلم قال Disebut sanad
 Kalimat : عن عبد الله ابن عمر بن العاص عن النبى صلى الله فى سخط الوالدينDisebut matan
 Sedangkan kalimat :رواه البيهقى Disebut Rawi
Ini berarti rawi yang terakhir bagi kita, ialah Bukhari dan Muslim, pada contoh pertama dan Bahaiqi pada contoh yang kedua.
Syarat-syarat rawi :
Syarat-syarat rawi hadits yaitu:
a. Harus Adil
b. Muslim
Menurut ijma’ seorang perawi pada waktu meriwayatkan suatu hadits maka ia harus muslim. Periwayatan kafir tidak sah. Seandainya seorang fasik saja kita disuruh klasifikasi, maka lebih-lebih perawinya kafir. Kaitan dengan masalah ini berdasarkan firman Allah:
ياأيها الذين ءامنوا إن جاءكم فاسق بنبإ فتبينوا أن تصيبوا قوما بجهالة فتصبحوا على مافعلتم نادمين
 Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman apabila datang kepadamu orang-orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teluti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa menetahui keadaan sehingga kamu akan menyesal atas perbuatan itu (QS. Al-Hujurat (49) : 6 ). 
c.baligh
d.berakal
e. tudak pernah melakukan perbuatan dosa besar dan
f. tidak sering melakukan dosa kecil
g. dabit
Dabit mempunyai dua pengertian yaitu:
1) Dabit dalam arti kuat hafalan serta daya ingatnya dan bukan pelupa.
2) Dabit dalam arti dapat memelihara kitab hadits dari gurunnya sebaik-baiknya, sehingga tidak mungkin ada perubahan.
Berikut ini adalah daftar para sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits yaitu:
1)      Abu Hurairah, meriwayatkan 5.374 hadits.
2)      Abdullah bin Umar, meriwayatkan 2.630 hadits
3)      Anas bin Malik, meriwayatkan 2.286 hadits.
4)      Aisyah Ummul Mu’minin, meriwayatkan 2.210 hadits.
5)      Abdullah bin Abbas, meriwayatkan 1.660 hadits
6)      Jabir bin Abdullah, meriwayatkan 1540 hadits
7)      Abu Sa’id Alkhudri, meriwayatkan 1.170 hadits
SISTEM PARA PENYUSUN KITAB HADITS DALAM MENYEBUTKAN NAMA RAWI
Suatu hadits terkadang mempunyai sanad banyak. Dengan kata lain, bahwa hadits tersebut terdapat dalam dewan-dewan atau kitab-kitab hadits yang berebeda rawi (akhir)nya. Misalnya ada sebuah hadits disamping terdapat dalam shahih Bukhari, juga terdapat dalam shahih Muslim, juga terdapat dalam sunah Abu Daud, musnad Imam Ahmad dan lain-lain sebagainya. Untuk menghamat mencantumkan nama-nama rawi yang banyak jumlahnya tersebut, penyusun kitab hadits biasanya tidak mencantumkan nama-nama tersebut seluruhnya, melainkan hanya merumuskan dengan bilangan-bilanganyang menunjukkan banyak atau sedikitnya rawi hadits pada akhir isi haditsnya. Misalnya rumusan yang diciptakan oleh Ibnu Isma’il as-Sana’ani dalam kitab Subulus Salam:
اخرجه السبعة
Maksudnya: Hadits tersebut diriwayatkan oleh tujuh orang rawi, yaitu Imam Ahmad, Imam Bukahari, Imam Muslim, Abu Daud, At-Turmudzi, An Nasai dan Ibnu Majjah.
اخرجه الستة
Maksudnya: Hadits tersebut diriwayatkan oleh enam  orang rawi, yaitu tujuh orang rawi tersebut di atas selain Ahmad.
اخرجه الخمسة
Maksudnya: : Hadits tersebut diriwayatkan oleh lima orang rawi, yaitu tujuh orang rawi tersebut di atas dikurangi Bukhari dan Muslim. Rumusan ini dapat diganti dengan istilah:
اخرجهالاربعة و احمد
Maksudnya: : Hadits tersebut diriwayatkan oleh para as-habussunnah yang empat ditambah Imam Ahmad.
اخرجه الاربعة
Maksudnya: : Hadits tersebut diriwayatkan oleh as-habussunnah yang empat, yaitu Abu Daud, At Turmudzi, An Nasai dan Ibnu Majjah  
اخرجه الثلاثة
Maksudnya: : Hadits tersebut diriwayatkan oleh tiga orang rawi yaitu Abu Dawud, At Turmudzi dan An Nasai. Atau dapat juga dikatakan dengan hadits yang diriwayatkan oleh as-habussunnan, selain Ibnu Majjah.
اخرجه الشيخان
Maksudnya: : Hadits tersebut diriwayatkan oleh kedua Imam Hadits Bukhari dean Muslim.
اخرجه الجماعة
Maksudnya: : Hadits tersebut diriwayatkan oleh rawi-rawi hadits yanag vbanyak sekali jumlahnya.
Adapun rumusan yang dikemukakan oleh Mansyur Ali Nasif dalam kitabnya At-taju’lJami’li’l, halaman 1 sebagai berikut:
رواه الشيخان
Maksudnya: : Hadits tersebut diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
رواه الثلاثة
Maksudnya: : Hadits tersebut diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Abu Dawud
رواه الأربعة
Maksudnya: Hadits tersebut diriwayatkan oleh tiga orang rawi tersebut di atas ditambah dengan Turmudzi.
رواه الخمسة
Maksudnya:  Hadits tersebut diriwayatkan oleh empat rawi tersebut di atas ditambah dengan An Nasai.
رواه اصحاب السنن
Maksudnya:  Hadits tersebut diriwayatkan oleh tiga orang rawi pemilik kitab-kitab sunan, yaitu Abu Dawud, Turmudzi, An Nasai.
Lain dari pada itu perlu diketahui bahwa Imam As Syaukani dalam kitabnya Nailul Authar juz 1 halaman 22 mengemukakan rumusan yang berbeda dengan rumusan-rumusan tersebut di atas, misalnya:
متفق عليه
Maksudnya: : Hadits tersebut diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Imam Muslim dan Imam Ahmad. Seangkan kalau hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dirumuskan dengan “ Akhrajahul Bukhari wa Muslim”.
اخرجه البخارى و مسلم
D. Rijalul Hadits
Menyebutkan dan menjelaskan pengertian rijalul hadits bdan contoh-contoh
Para perawi hadits tersebut dinamakan “rijalul hadits”.
Untuk dapat menetahui keadaan para rawi hadits itu terdapat “ilmu rijalul hadits” yaitu:
علم يبحث فيه عن رواة الحديث من الصحابة والتابعين و من بعدهم
Artinya: Ilmu yang membahas para perawi hadits, baik dari kalangan sahabat maupun tabi’in dan orang-orang angkatan sesudah mereka.
Dalam Ilmu Rijalul Hadits ini dijelaskan tentang sejarah ringkas para perawi hadits dan riwayat hidupnya, madzhab yang dianut serta sifat-sifat perawi dalam meriwayatkan hadits. Kitab-kitab yang disusun dalam kitab ini banyak macamnya. Ada yang meriwayatkan riwayat singkat dari sahabat Nabi dan ada yang menerangkan riwayat hidup perawi secara lengkap.
Ada pula yang menjelaskan para perawi yang dipercayai (Tsiqah) saja. Ada yang menerangkan riwayat-riwayat para perawi yang lemah-lemah atau para mudallias atau para pembuat hadits maudlu’.

















Ulangan Harian
A. Berilah tanda silang pada jawaban a, b, c, d, atau e dengan baik dan benar!
1. يا أيها الذين ءامنوا إن جاءكم فاسق بنائا فتبينوا أن تصيبوا قوما بجهالة فتصبحوا على ما فعلتم نادمين
Ayat di atas sebagai dasar bahwa seorang rawi diharuskan
a. Dhabit
b. Islam
c. Suci dari hadats
d. Baliq
e. Berakal sehat
2. Dari segi bahasa sanad dapat diartikan...
a.  المعتمد
b.المتن
c.الرأي
d.الدرابة
e.الرواية
     الطريق الموصل إلي المتن.3
Ungkapan di atas adalah ungkapan dari...
a. Matan
b. Rawi
c. Sanad
d. Musdthalahul hadits
e. Rijalul hadits
4.الطريق الموصل الى المتن
Terjemahan ungkapan di atas yang paling tepat adalah...
a. Jalan yang menyampaikan kepada rawi hadits
b. Cara hadits sampai dibukukan
c. Jalan mencari hadits
d. Jalan mencari isi hadits
e. Isi pokok hadits
اخبرنا مالك عن نافع عن عبد الله بن عمر ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : لا يبيع بعضهم على بيع بعض ( الحديث)
Yang disebut sanad adalah...
a. اخبرنا مالك عن نافع عن عبد الله بن عمر ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال
b. لا يبيع بعضهم على بيع بعض
c. رواه البخارى و مسلم
d. عن عبد الله بن عمر ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال
e. اخبرنا مالك
6. لا يبيع بعضهم على بيع بعض
Hadits di atas adalah larangan untuk...
a. Menawar barang
b. Membeli barang yang samar-samar
c. Menawar barang yang sedang ditawar orang lain
d. Menawar barang yang terlalu rendah
e. Mengembalikan barang yang sedang ditawar
7. ما انتهى اليه السند من الكلام فهو نفس الحديث الذى ذكر الاسناد له
Ungkapan di atas adalah pengertian...
a. Matan
b. Sanad
c. Muathalah hadits
d. Rowi
e. Rijalul hadits
8. عن محمد عن ابي سلمة عن ابي هريرة ان النبى صلى الله عليه و سلم قال : لولا ان اشق على امتى لامرهم بالسواك عند كل صلاة (رواه الترميذى)
Yang disebut matan adalah...
a. عن محمد عن ابي سلمة عن ابي هريرة ان النبى صلى الله عليه و سلم قال
b. لولا ان اشق على امتى لامرهم بالسواك عند كل صلاة
c. رواه الترميذى
d. عن محمد
e. ان النبى صلى الله عليه و سلم قال
9. Orang yang memindahkan hadits dari seorang guru kepada orang lain atau membukukannya ke dalam suatu kitab hadits disebut...
a. Matan
b. Hadits
c. Sanad
d. Saunnah
e. Rawi
10. لولا ان اشق على امتى لامرهم بالسواك عند كل صلاة
Hadits di atas menjelaskan...
a. Urgennya bersikat gigi setiap hendak melaksanakan shalat
b. Seandainya tidak memberatkan pada umatku nabi akan mewajibkan bersukat gigi pada tiap-tiap mengerjakan shalat.
c. Bersikat gigi adalah sangat baik untuk menjaga kesehatan
d. Bersikat gigi pada awalnya hanya dikenal dikalangan imat Islam
e. Jawaban a dan b benar
11. Dibawah ini adalah syarat-syarata yang harus dipenuhi oleh para rawi, kecuali...
a. Muslim
b. Adil
c. Dewsa
d. Tidak pernah mengerjakan dosa besar
e. Tidak sereing mengerjakan dosa kecil
12. Di bawah ini adalah pengertian dhabit...
a. Setiap hari mengingat hadits yang dihafalakan
b. Mempunyai daya ingat yang kuat
c. Mempunyai perhatian terhadap hafalan hadits
d. Mempunyai daya konsentrasi yang tinggi
e. Tidak mudah percaya kepada orang lain
13. Sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits adalah...
a. Ibnu Mas’ud
b. Ibnu Umar
c. Aisyah
d. Ibnu Abbas
e. Abu Hurairah
14. Dibawah ini adalah nama sahabat yang meriwayatkan hadits lebih dari 2000 hadits, kecuali...
a. Abu Hurairah
b. Abdullah bin Umar
c. Anas Bin Malik
d. Aisyah Umul Mukminin
e. Abu Said Alkhudri
15. Rumusan bilangan dalam menyebut sebuah rawi hadits yang disusun oleh Ibnu Ismail As’san’ani terdapat pada kitab...
a. Bulughul Maram
b. Subulus Salam
c. Kifayatul Ahyar
d. Shahih Bukahari
e. Bidayatul Mujtahid
16. Seorang rawi disyaratkan muslim adalah pendapat dari...
a. Saukani
b. Hnafi
c. Syafi’i
d.Hambali
e. Ijma’ para ulama’
17. Bila seseorang ingin menetahui keadaan riwayat singkat seorang perawi maka bisa dicari melalui ilmu yang disebut...
a. ilmu hadits riwayah
b. ilmu hadits diroyah
c. ilmu  Rijalul hadits 
d. Musthalah hadits
e. Pengantar ilmu ahadits
18. Ulama’ yang pertama menyusun kitab perawi hadits secara singakt adalah...
a. Imam Muslim
b. Imam Ahmad
c. Imam Bukhari
d. Imam Tirmidzi
e. Imam Malik
19. Drai segi bahasa sanad artinya adalah...
a. Mencari sandaran
b. Tempat bersandar
c. Dapat dipegangi
d. Dipercaya
e. Jawaban a, b, c, d, dan d benar
20. Orang yang menerangkan sanad suatu hadits disebut...
a. Isnad
b. Musnad
c.Atsary
d. Musnid
e. Masnud
21. Dari segi bahasa matan artinya...
a. Punggung jalan
b. Tanah gersang atau tandus
c. Membelah
d. Mengeluarkan
e. Semua benar
22. Yang dimaksud dengan Sabdullah Ibnu Umar adalah....
a. Abdullah bapaknya Umar
b.  Abdullah anaknya Umar
c. Abdullah saudaranya Umar
d. Abdullah keluarga Umar
e. Jawaban a dan d bwnar
23. Orang yang memindahkan hadits dariseorang guru kepada orang lain dalam ilmu hadits disebut...a
a. Riwayat
b. Rawi
c. Rijalil Hadits
d. ru’yat
e. Diroyah
24. Dibawah ini adalah syarat seorang perowi hadits adalah, kecuali...
a. Adil
b. Tidak pernah melakukan dosa besar
c. Dhabit
d. kuat hafalannya
e. Harus laki-laki
25. Salah satu unsur hadits adalah sanad. Menurut bahasa arti sanad adalah...
a. Tanah yang tinggi
b. Pegunungan
c. Rawi
d. Tanah yang keras
e. Sandaran
26. Mata rantai para rawi saling menyandarkan berita kepada gurunya dan menghubungkannya sampai ke matan hadits. Hal ini disebut...
a. Sanad
b. Muhaddits
c. Mukharrrij
d. Perawi
e. Matan
27. Hadits yang dapat diterima sebagai hujjah adalah hadits yang di dalamnya terdapat unsur-unsur hadits, yaitu...
a. sanad, matan pembukuan
b. sanad, matan muttasil
c. sanad, matan marfu’
d. matan, sanad mukharij
e. matan, sanad msauquf
28. Ilmu yang membicarakan biografi para perawi baik dari segi kelahiran, kematian, guru-gurunya dan murid-muridnya disebut...
a. Ilmu al-mubahammat
b. ilmu al-jarh wa at-ta’dil
c. ilmu musthalah al-hadits
d. ilmu rijal al-hadits
e. ilmu thabaqot
29. Sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits adalah...
a. Abu Said Alkhudri
b. Abdeullah bin Abbas
c. Anas Bin Malik
d. Abu Hurairah
e. Aisyah Umul Mukminin
30. Sanad memiliki nbanyak fungsi diantaranya adalah...
a. memberiakn kesempatan rawian hadits
b. mempertanggungjawabkan
c. memberikan kemudahan pada rawian hadits dalm meriwayatkannya
d. mempersulit rawian hadits
e. memperketat para rawian hadits
31. Ilmu yang membahas para rawian hadits disebut..
a. Ilmu Hadits
b. Ilmu Matan Hadits
c. Ilmu Rawi Hadits
d. Ilmu Atsar Hadits
e. Ilmu Rijalul hadits
32. متفق عليه yang dimaksud adalah Imam Bukhari, Imama Muslim dan Ahmad adalh rumusan dari...
a. Ibnu Ismail
b. Ibnu Umar
c. Mansyur Ali Nasif
d. Imam Syaukani
e. Ibnu Mas’ud
33. Istialah اخرجه الجماعة adalah apabila sebuah hadits diriwayatkan oleh...
a. Bukhari
b. Musli,
c. Abu Dawud
d. Para perowi yang banyak
e. Perawinya minimal 2 orang
34. عن عبد الله ابن عمر بن العاص عن النبى صلى الله عليه و سلم قال : رضا اللخ في رضا الوالدين و سخط الله فى سخط الوالدين (رواه البيهقى)
Dari hadits di atas yang disebut dengan matan adalah...
a. عن عبد الله ابن عمر بن العاص عن النبى صلى الله عليه و سلم قال
b. عن النبى صلى الله عليه و سلم قال
c. رضا اللخ في رضا الوالدين و سخط الله فى سخط الوالدين
d. رواه البيهقى
e. عن عبد الله ابن عمر بن العاص عن النبى صلى الله عليه و سلم قال : رضا اللخ في رضا الوالدين و سخط الله فى سخط الوالدين (رواه البيهقى)
35. Al-Quran ditulis dengn tidak menggunakan sanad dan rawian, sedangkan hadits tidak demikian. Penulisan hadits harus menggunakan sanad dan rawian  yang ketat, apa alasannya...
a. mayoritas hadits tidak ditulis pada masa nabi
b. Al-Quran tidak ditulis pada masa Nabi
c. seluruh hadits diriwayatkan secara mutawattir
d. Al-Quran diriwayatkan secara ahad
e. Hadits ditulis berdasarkan pada dokumentasi yang kuat
36. Istilah اخرجه الشيخان atau متفق عليه adalah diriwayatkan oleh...
a. Ahmad dan Bukhari
b. Bukhari dan Muslim
c. Muslim dan Ahmad
d. Tirmidzi dan Ahmad
e. Ibnu Majah dan Ibnu Dawud
37. عن ام المؤمنين عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم من احدث في امرنا هذا ما ليس منه فهو رد (متفق عليه)
Dari hadits di atas yang disebut dengan rawi pertama adalah..
a. Imam Muslim
b. Aisyah
c. Imam Bukhari
d. Rasulullah
e. Imam Bukhari dan Muslim
38. علم يبحث فيه عن رواة الحديث من الصحابة و التابعين و من بعدهم
Ungkapan di atas adalah definisi dari...
a. Ilmu hadits riwayah
b. Ilmu hadits dirayah
c. ilbmu rijalul hadits
d. Musthalatul hadits
e. Pengantar ilmu hadits
39. Hadits yang biasa diriwayatkan oleh Bukhari Muslim menggunakan istilah...
a.  اخرجه الشيخان
b. متفق عليه
c. اخرجه البخارى و مسلم
d.  رواه الشيخان
e. Semua jawaban benar
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!
1. Apa yang dimaksud dengan sanadf?
Jawab :.......................................................................................................................................................
2. Apa yang dimaksud dengan متفق عليه ?
Jawab :........................................................................................................................................................
3. Sebutkan nama sahabat yang meriwayatkan hadits lebih dari 2000 buah?
Jawab : .......................................................................................................................................................
4. Sebutkan syarat-syarat yang harus dimiliki oleh seorang perawi hadits?
Jawab : ......................................................................................................................................................
5. Apa yang dimaksud dengan اخرجه الجماعة ?
Jawab : ......................................................................................................................................................
    
  














8-Point Star:   3Standar Kompetensi

Mendeskripsikan fungsi hadits terhadap Al-Quran


Kompetensi Dasar
·         Menjelaskan fungsi hadits terhadap Al-Quran
·         Menunjukkan contoh fungsi hadits terhadap Al-Quran
·         Menerapkan fungsi hadits terhadap Al-Quran

Materi Pokok
A. KEDUDUKAN HADITS SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM
Semua umat islam telah sepakat bulat bahwa hadits Rasul adalah sumber hukum islam setelah Al-Quran, dan umat Islam diwajibkan mengikuti hadits sebagaimana diwajibkan mengikuti dan mengamalkan Al-Quran.
Al-Quran dan Hadits adalah merupakan dua sumber hukum pokok syariat Islam yang tetap, dan orang Islam tidak mungkin memahami syariat Islam secara mendalam dan lengkap tanpa kembali kepada dua sumber Islam tersebut. Seorang mujtahid pun tidak diperbolehkan hanya mencukupkan diri dengn mengambil salah satu dari keduanya.
Banyak kita jumpai ayat-ayat Al-Quran dan Hadits-hadits yang memberikan pengertian bahwa hadits merupakan sumber hukum Islam selain Al-Quran yang wajib diikuti, dan diamalkan baik dalam bentuk perintah atau larangan. Dan uraian di bawah ini merupakan penjelasan secara tentang kedudukan hadits sebagai sumber hukum Islam dengan mengambil beberapa dalil, baik aqli maupun naqli.
1. Dalil Al-Quran    
Banyak kita jumpai ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang kewajiban mempercayai dan menerima segala yang disampaikan oleh Rasul kepada umatnya untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Diantara ayat-ayat dimaksud adalah:
Firman allah:
ما كان الله ليذر المؤمنين على ما انتم عليه حتى يميز الخبيث من الطيب و ما كان الله ليطلعكم على الغيب و لكن الله يجتبي من رسله من يشاء فامنوا بالله ورسله و إن تؤمنوا وتتقوا فلكم أجر عظيم
 Artinya : Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafiq) dari yang baik (mukmin). Dan Allah tidak sekali-kali memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang gaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaku-Nya diantara Rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya ; dan jika kamu beriman dan bertaqwa maka bagimu pahala yang besar (QS. Ali Imran (3): 179).
Dalam ayat lain Allah SAW berfirman : 
يا أيها الذين ءامنوا ءامنوا بالله ورسله و الكتاب الذي نزل على رسوله و الكتاب الذي أنزل من قبل و من يثكفر بالله و ملائكته و كتبه و رسوله و اليوم الأخر فقد ضل ضلالا بعيدا
Artinya :Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Bagi siapa yang kafir pada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (QS. An-Nisa’ (4): 136)
Dalam Qs. Ali Imran di atas Allah membedakan antara orang yang beriman dengan orang-orang munafik, dan akan memperbaiki keadaan orang-orang beriman dan akan memperkuat keimanan mereka. Oleh karena itulah orang mukmin dituntut agar tetap beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Seadang pada QS. An-Nisa’, Allah menyeru kepada orang mukmin agar mereka tetap beriman kepada Allah, Rasul-Nya (Muhammad SAW), Al-Quran dan kitab yang diturunkan sebelimnya. Kemudian pada akhir ayat Allah mengancam orang-orang yang mengingkari dan menentang seruan-Nya.
Disamping itu juga Allah memerintahkan kepada orang Islam agar percaya kepada Rasul SAW, juga menyeru agar menaati dan melaksanakan segala bentuk perundang-undangan dan peraturan yang dibawanya baik berupa perintah ataupun larangan. Tuntutan patuh dan taat kepada kepada Rasul SAW itu sama halnya tuntutan patuh kepada Allah SWT. Banyak ayat Al-Quran yang berkenaan dengan masalah ini.
Firman Allah SWT:
قل أطيعوا الله و الرسول فإن تولوا فان الله لا يحب الكافرين
Artinya :
Katakanlah  ! Taatilah kalian Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang kafir. (QS. Ali Imran (3): 32).
Dan firman-Nya yang lain:
يا أيها الذين ءامنوا أطيعوا الله و أطيعوا الرسول و أولى الأمر منكم فإن تنازعتم في شئ فردوه إلى الله و الرسول إن كنتم تؤمنون بالله و اليوم الأخر ذلك خير و أحسن تأويلا
Artinya : Haiorang-orang yang beriman ! Taatilah Allah, Rasul dan Ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu beriman kepada sesuatu, maka kembalilah kepada Allah dan Rasul. Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian ini lebih utama dan lebih baik akibatnya. (QS. An-Nisa’ (4): 59) 
Kemudian dalam ayat lain Allah berfirman:
و ما ءاتاكم الرسول فخذوه و مانهاكم عنه فانتهوا واتقوا الله إن الله شديد العقاب
Artinya:
Apa yang diberikan Rasul kepadamu, dan apa-apa yang dilarangnya , mak tinggalkanlah. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. (QS. Al-Hasyr (59): 7).
و أطيعوا الله و أطيعوا الرسول واحذرو
Artinya :
Dan taatilah kamu kepada Allah dan kepada Rasul-Nya dan berhati-hatilah. (QS. Al-Maidah (5): 92).
قل أطيعوا الله و أطيعوا الرسول فإن تولوا فإنما عليه ما حمل و عليكم ما حملتم و إن نطيعهوا نهتدوا و ما على الرسول إلا البلاغ المبين
Artinya:
Katakanlah: Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul; dan jika kamu berpaling, maka sesungguhnya kewajiban Rasul itu adalah apa yang dibebenkan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah apa semata-mata yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk (QS. An-Nur (24): 54).
Kalau kita gali terus sebenarnya masih banyak lagi ayat-ayat Al-Quran senada yang menjelaskan hal ini. Dicantumkannya beberapa ayat di atas dimaksud hanya sebagai contoh dan gambar dari beberapa ayat yang banyak dimuat dalam Al-Quran Al-Karim.
Dari ayat-ayat Al-Quran di atas tergambar bahwa setiap ada perintah taat kepada Allah SWT dalam aL-Quran selalu diikuti dengan perintah taat kepada Rasul-Nya. Demikin juga mengenai [eringatan (ancaman) karena durhaka kepada Allah, sering disejajarkan atau dasamakan dengan ancaman karena durhaka kepada Rasul Muhammad SAW.
Dari gambaran ayat-ayat seperti inimenunjukkan betapa urgenya kedudukan penetapan kewajiban taat terhadap semua yang disampaikan oleh Rasul Muhammad SAW. Dan perlu diketahui bahwa cara-cara penyajian Allah seperti ini hanya diketahui oleh orang-orang yang mengetahui bahasa Arabdan memahami ungkapan-ungkapan serta pemikiran-pemikiran yang terkandung di dalamnya, yang akan memberi masukan dalam memahami maksud ayat tersebut.
Dengan demikina dapat diungkapkan bahwa kewajiban taat kepada Rasul Muhammd SAW dan larangan mendurhakainya merupakan suatu kesepakatan yang tidak diperselisihkan oleh umat Islam.
2. Dali Al-Hadits
Mari kita pahami dalam satu pesan Rasulullah SAW berkenaan dengan menjadikan hadits sebagai pedoman hidup disamping Al-Quran sebagai pedoman utamanya, be;liau bersada:
تركت فيكم أمرين لن تصلوا ما تمسكتم بهما كتاب الله و سنة نبيه
Artinya: “ Aku tinggalkan dua pustaka kepadamu sekalian, yang kalian tidak akan tersesat selagi kalian berpegang teguh kepada keduanya, yaitu berupa kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya”. (HR. Malik).
Saat Rasulullah ingin mengutus Mu’adz bin Jabal untuk menjadi penguasa di negri Yaman, terlebih dahulu dia diajak diskusi oleh Rasulullah SAW.  
قال كيف تقضي إذا عرض لك قضاء قال أقضي بكتاب الله قال فإن لم نجد في كتاب الله قال فبسنة رسول الله صلى اللهم عليه و سلم قال فإن لم تجد في سنة رسول الله اللهم صلى عليه و سلم  و لا في كتاب الله قال أجتهدوا رأيي فضرب رسول الله صلى اللهم عليه و سلم صددره و قال الحمد لله الذي وفق رسول الله لما يرضي رسول الله
Artinya:
“(Rasulullah bertanya), bagaimana kamu akan menetapkan hukum jika dihadapkan kepada sesuatuyang memerlukan penetapan hukum? Mu’adz menjawab: Saya akan menetapkannya dengan kkitab Allah. Lalu Rasul bertanya: seandainya kamu tidak mendapatkannya dalam kitab Allah, Muadz menjawab: Dengan sunnah Rasulullah.  Rasul bertanya lagi:  seandainya kamu tidak mendapatkannya dalam kitab Allah dan sunnah Rasul, Muadz menjawab: saya akan berijtihad dengan pendapat saya sendiri. Maka Rasulullah menepuk-nepuk pudak Muadz seraya mengatakan “segala puji bagi Allah yang telah menyelaraskan utusan seorang Rasul dengan sesuatu yang Rasul kehendaki”. (HR. aBU Dawud dan Tirmidzi).
Dalam hadits lain Rasulullah bersabda:
فعليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين المهديين تمسكوا بها و عضوا عليها....
Artinya:” Wajib bagi kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyiddin (Khalifah yang mendapat petunjuk, berpegang tegulah kamu sekalian dengannya. (HR. Abu Dawuddan Ibnu Majjah).
Hadit-hadits tersebut di atas kita anggap cukup untuk menunjukkan bahwa berpegang teguh kepada hadits/menjadikan hadits sebagai pegangan dan pedoman hidup itu adalah wajib sebagaimana wajibnya berpegang teguh kepada Al-Quran.
3. Kesepakatan Ulama’ (Ijma’)
Seluruh ulama Islam telah sepakat menjadikan hadits sebagai dasar syariat Islam yang wajib diikuti dan diamalkan, karena sesuai dengan yang dikehendaki Allah. Penerimaan mereka terhadap hadits sama dengan penerimaan mereka terhadap Al-Quran , karena keduanya sama-sama dijadikan sebagai sumber hukum syariat Islam.
Dan kesepakatan orang-orang Islam dalammempercayai, menerima dan mengamalkan semua ketentuan yang terkandung dalam hadits ternyata sejak Rasulullah masih hidup. Sepeninggalan beliau, sejak masa khulafa’ur rasyiddin hingga masa –masa khalifah bani ummayah dan bani Abasiyah hingga sekarang tidak ada yang mengingkarinya. Banyak diantara mereka yang tidak hanya memehami dan mengamalkan isi kandungannya, akan tetapi bahkan mereka menghafal , memelihara dan menyebarluaskan kepada generasi-generasi selanjutnya.
Mari kita menengok peristiwa-peristiwa yang menunjukkan adanya kesepakatan menggunakan hadits sebagai sumber hukum Islam pada masa sahabat, antara lain dapat diperhatikan peristiwa di bawah ini.
a. Pada masa Abu Bakar ra. Dibaiat menjadi khalifah, Ia dengan tegas mengatakan “ Saya tidak sedikitpun meninggalkan sedikitpun sesuatu yang diamalkan / dilaksanakan oleh Rasulullah, sesungguhnya saya takut menjadi orang jika meninggalkan perintahnya.
b. Pada saat khalifah Umar berada di depan Hajar Aswad dia berkata: “ Saya tahu bahwa engkau adalah batu. Seandainya saya sendiri tidak melihat sendiri Rasulullah menciummu, maka saya tidak akan menciummu”.
c. Pada suatu saat pernah ditannya kepada Abdullah bin Umar (Ibnu Umar) masalah ketentuan shalat safar dalam Al-Quran. Ia menjawab: “ Allah Swtelah mengutus Nabi Muhammadkepada kita dan kita tidak mengetahui sesuatu. Maka kami berbuat sebagaimana duduknya Rasulullah SAW. Saya makan sebagaimana duduknya Rasulullah dan saya shalat sebagaimana shalatnya Rasulullsah.
d. Diceritakan dari Sa’id bin Musayyab bahwa Khalifah Usman bin Affanberkata: “ Saya duduk sebagaimana mengikuti duduknya Rasulullah SAW saya makan sebagaimana makannya Rasulullah SAW dan saya mengerjakan shalat sebagaimana shalatnya Rasulullah SAW.
Sebenarnya masih banyak lagi contoh-contoh yang dilakukan oleh para sahabat menunjukkan bahwa apa yang diperintahkan, dilakukan dan diserukan, niscsya dilakukan oleh umatnya, dan apa yng dilarang selalu ditinggalkan oleh mereka.
4. Sesuai dengan Petunjuk Akal
Muhammad SAW, sebagai nabi dan rasul telsah diakui dan dibenarkan oleh seluruh umat Islam. Di dalam mengemban isinya itu, kadang-kadang beliau hannya sekedar menyampaikan apa yang diterima dari Allah SWT.Baik isi maupun formulasinya dan kadang kala inisiatif sendiri atas bimbingan wahyu dari Tuhan. Namun tidak jarang dia membawakan hasil ijtihad semata-mata mengenai suatu masalah yang tidak ditunjuk oleh wahyu dan jiga tidak dibimbing oleh ilham. Hasil ijtihad beliau ini tetap berlaku sampai ada dalil yang menghapuskannya.
Dan  apabila kerasulan Muhammad SAW telah diimani dan dibenarkan, maka konsekwensi logisnyasegala peraturan dan perundang-undangan serta inisiatif beliau, baik yang beliau ciptakan atas bimbingan ilham atau atas hasil ijtihad semata, ditempatkan sebagai sumber hukum dan pedoman hidup. Disamping  itu secara logika kepercayaan kepada Muhammad SAW sebagai rasul mengharuskan kepada umatnya mentaati dan mengamalkan segala ketentuan yang beliau sampaikan.
Dengan uraian di atas bisa diketahui bahwa hadis merupakan salah satu sumber hukum dan sumber ajaran Islam dan menduduki urutan kedua setelah Al-Quran. Sedang bila dilihat dari segi kehujjahannya, hadits melahirkan hukum dzanny, kecuali hadits mutawattir.
B. Fungsi Hadits Terhadap A-Quran
Telah kita ketahui bersama bahwa A;-Quran dan Hadits adalah pedoman hidup, sumberhukum dan ajaran dalam Islam, dengan demikian anatara satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan. Keduanya merukan satu kesatuan Al-Quran sebagai sumberpertama dan utama hannya memuat ajaran-ajaran yang bersifat umum dan gelobal. Oleh karena itulah kehadiran hadits, sebagai sumber ajaran kedua tampil untuk menjelaskan (bayan) keumuman isi Al-Quran tersebut. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT:
و أنزلنا إليك الذكر لتبين ما نزل إليهم و لعلهم يتفكرون
Artinya:
“Dan kami turunkan kepadamu Al-Quran agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang diturunkan kepada mereka dan supaya mereka berfikir (QS. An Nahl (16): 44).
Allah SWT meneurunkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW untuk umat manusia, agar Al-Quran ini dapat dipahami oleh manusia, kemudian rasul diperintahkan untuk menerangkan kandungan dan cara-cara melaksanakan ajarannya kepada mereka melalui hadits-haditsnya.
Oleh sebab itu hadits Rasulullah SAW mempunyai fungsi sebagai penjelasan (bayan) Al-Quran itu bermacam-macam. ImImam Malik bin Anas menyebutkan lima macam fungsi, yaitu bayan al-taqrir, bayan al-tafshil, bayan al-ba’ts, bayan al-tasyri Imam Syafi’i menyebutkan lima fungsi, yaitu bayan-at tafshil, bayan at takhshish, bayan at ta’yin bayan at-tassyri dan bayan al-nasakh Dalam “ Ar-erisalah” menambahkan dengan bayan al-isyarah. Imam Ahmad bin Hambal menyebutkan empat fungsi, yaitu bayan at-ta’qid, bayan at-tafsir, bayan al-tasry dan bayan al-takhshis agar masalh ini lebih jelas. Maka dibawah inin akaan diuraikan satu persatu
1. Bayan at-Taqrir
Bayan At-Taqrir بيان التقرير)) disebut juga denga bayan al-ta’qid    (بيان الاثبات)dan bayan al-itsbat(بيان التأكيد). Yang dimaksud dengan bayan ini ialah memperkuat mengokohkan apa ayng telah diterangngkan di dalam Al-QuraFungsi hadits dalam hal ini hanya memperkokoh isi kandungan Al-Quran. Sebagai contoh hadits yang diriwayatkan Muslim dari Ibnu Umar yang ebrbunyi sebagai berikut:
فإذا رأيتم الهلال فصوموا و إذا رأيتموه فأفطروا
Artinya:
“ Apabila kalian melihat (ru’ya) bulan, maka berpuasalah, juga apabila melihat (ru’ya) maka berbukalah (HR. Muslim).
Hadits di atas datang mentaqrir ayat Al-Quran dibawah ini:
فمن شهد منكم الشهر فليصمه
Artinya:”Maka barang siapa yang mempersaksikan pada waktu itu bulan, hendaklah ia berpuasa.( QS. Al- Baqarah (2): 85).
Caontoh lain, hadits riwayat Bukhari dari Abu Hurairah, yang erbunyi sebagai berikut
قال رسول الله صلى اللهم عليه و سلم لا تقبل صلاة من أحدث حتي يتوضأ
Artinya:”Rasulullah SAW telah bersabda: tidak diterima shalat seseorang yang berhadats sebelum dia berwudlu. (HR.Bukhari)
Hadits ini mentaqrir (menguatkan) Al-Quran surat Al-Maidah (5):6 mengenai kewajiban berwudlu ketika seseorang akan melakukan shalat. Ayat dimaksud berbunyi:
إذا كنتم الى الصلاة فاغسلوا وجوهكم و ايديكم الى المرافق وامسحوا برءوسكم وأرجلكم الى الكعبين
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basulah muka dan tanganmusampai denga siku dan sapulah kepalamu dan basuh kakimu sampai dengan kedua mata kaki..
juga hadits Rasulullah SAW, tentang rukun Islam, yang diriwayatkan dari Ibnu Umar yang berbunyi:
 قال رسول الله صلى اللهم عليه و سلم بني الاسلام على خمس شهادة أن لا اله الا الله و أن محمدا رسول الله و إقام الصلاة وايتاء الزكاة و الحج و صوم روضان
Artinya: Rasulullah SAW telah bersabda: Islam dibangun atas lima dasar, yaitumengucapkan kalimat syahadah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, menunaikan ibadah haji, dan berpuasa dalam bulan Ramadhan”.
Hadits ini mentaqrir ayat-ayat Al- Quran tentang syahadah (QS. Al-Hujurat (49): 5).
إنما المؤمنون الذين ءامنوا بالله و رسوله ثم لم يرتابوا و جاهدوا بأموالهم و أنفسهم في سبيل الله أولئك هم الصادقون
Shalat dan zakat (QS. Al-Nur (24): 56).
و أقيموا الصلاة و ءاتوا الزكاة
Puasa (QS. Al-Baqarah (2): 183).
يا أيها الذين ءامنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون
Tentang haji (QS. Ali Imaran (3): 97).
ولله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلا
Abu Hamadah menyebutkan bayan taqrir atau bayan ta’qid ini dengan dengan istilah bayan al-mutawattir li-nas al-kitab (البيان الموافق لنص الكتاب). Hal ini dikarenakan munculnya hadits-hadits itu diatur (sesuai) dengan nas Al-Quran.
2. Bayan Al-Tafsir
Yang dimaksud dengan bayan al-tafsir yaitu kehadiran hadits berfungsi untuk memberikan penjelasan, rincian dan tafsiranterhadap ayat-ayat Al-Quran yang masih bersifat global (mujmal), memberikan persyaratan /batasan (taqyid) ayat-ayat Al-Quran yang bersifat mutlak, dan mengkhususkan (takhsish) terhadap ayat-ayat Al-Quran yang masih bersifat umum. Contoh ayat-ayat Al-Quran yang masih mujmal seperti perintah-perintah mengerjakn shalat, puasa, zakat, disyariatkannya jual, beli, nikah, khishas, hudud dan sebagainya. Ayat-ayat Al-Quran tentang masalah ini masih bersifat mujmal, baik mengenai caramengerjakan, sebab-sebabnya, syarat-syarat atau halangan-halangannya. Oleh karena itu Rasulullah SAW, melalui haditsnya merinci, menafsirkan dan menjelaskan dan langsung memberikan contoh masalah-masalah tersebut. Sebagai contoh di bawah ini akan dikemukakan beberapa hadits yang berfungsi sebagai bayan al-tafsir.
صلوا كما رايتمونى اصلى
Artrinya: “ Shalatlah sebagaimana kamu melihat aku shalat”. (HR. Bukhari)
Hadits ini menjelaskan bagaimana mendirikan shalat. Sebab dalam Al-Quran tidak menjelaskan secara rinci. Salah satu ayat yang memerintahkan shalat adalah:
و أقيموا الصلاة و ءاتوا الزكاة واركعوا مع الراكعين
Artinya: “ Dan kerjakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’”.(QS. Al-Baqarah (2): 43).
Sedangkan contoh hadits yang membatasi (taqyid) ayat-ayat Al-Quran yang bersifat mutlak, antara lain seperti sabda Rasulullah SAW:
أتي رسول الله صلى اللهم عليه و سلم بسارق فقطع يده من مفصل الكف
Artinya: “ Rasulullah SAW didatangi seseorang dengan membawa pencuri, maka beliau memotong tangan pencuri dari pergelangan tangan”.
Hadits ini mentaqyid QS. aL-Maidah (5): 38 yang berbunyi:
و السارق و السارقة فاقطعوا أيديهما جزاء بما كسبا نكالا من الله و الله عزيز حكيم
Artinya:
“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan sebagai apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah...
Contoh lagi sabda Rasulullah SAW
احلت لنا ميتتان و دمان فأما الميتتان فاجردان و الحوت و أما الدمان فالطحال و الكبد
Artinya:
“Dihalalkan bagi kami dua bangkai dan dua darah, adapun dua bangkai adalah belalang dan ikan, dan dua darah adalah limpa dan hati (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Hadits ini mentaqyidkan ayat Al-Quran yang mengharamkan semua bangkai dan darah, sebagaimana firman Allah SWT:
حرمت عليكم الميتة و الدم و لحم و الخنزير
Artinya:
“Diharamkan bagi kamu memakan bangkai, darah dan daging babi...(QS. Al-Maidah (5): 3).
Sedangkan contoh hadits yang berfungsi untuk mentakhsish keumuman ayat-ayat Al-Quran adalah:
نحن معاشر الانبياء لا نورث ماتركنناه
Artinya: “Kami para nabi tidak meninggalkan harta warisan “.
قال رسول الله صلى اللهم عليه و سلم لا يرث المسلم الكافر و لا الكافر المسلم
Artinya:
“Nabi SAW bersabda: “ Tidaklah orang muslimmewarisi dari orang kafir, begitu juga orang kafir tidak mewarisi dari orang muslim.”(HR. Bukhari).
Kedua hadits tersebut mentakhsish keumuman ayat:
يوصيكم الله في أولادكم للذكر مثل حظ الأنثيين
Artinya:
“ Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bagian anak laki-laki sama dengan bagian anak perempuan;...(QS. Al-Nisa’ (4): 1).
3. Bayan At-Tasyri’
Yang dimaksud dengan Bayan Al-Tasyri adalah memunculkan suatu hukumatau ajaran-ajaran yang tidak  didapati dalam Al-Quran atau dalam Al-Quran hanya terdapat pokok-pokoknya (ashl) saja. Abbas Mutawalli Hammadah juga menyebut bayan ini dengan “za’id ;ala al-kitab al-karim.” .(Tambahan hukum yang tidak terdapat dalam Al-Quran) Hadits Rasulullah SAW dalam segala bentuknya (baik yang quli, fi’li maupun taqriri) berusaha menunjukkan suatu kepastian hukum terhadap berbagai persoalan yang muncul, yang tidak terdapat dalam Al-Quran. Rasulullah berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para sahabat atau yang tidak diketahuinya, dengan menunjukkan bimbingan atau menjelaskan masala-masalah yang berkaitan dengan pertanyaan para sahabat.
Hadits-hadits Rasulullah SAW yang masuk dalam bayan tasyri’ ini, diantaranya hadits tentang haramnya mengumpulkan dua wanita bersaudara (antara istri denga bibinya), hukum syuf’ah, hukum merajam pezinah wanita yang masih belum bersuami, dan hukum tentang hak waris bagi seorang anak. Suatu contoh, hadits tentang zakat fitrah, sebagai berikut:
أن رسول الله صلى اللهم عليه و سلم فرض زكاة الفطر من رمضان الناس صاعا من تمر أو صاعا منشعير على كل حر أو عبد ذكر أو أإنثى من المسلمين
Artinya:
“ Bahwasanya Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah kepada umat Islam pada bulan Rasulullah satu sukat (sha’) kurma atau gandum untuk setiap orang, baik merdeka atau hamba, laki-laki atau perempuan Muslim. (HR. Muslim).
حدثنا عبدان أخبرنا عبد الله أخبرنا عاصم عن الشعبي سمع جابرا رضي الله عنه قال نهي رسول الله صلى الله عليه و سلم أن تنكح المرأة على عمتها أو خالتها و قال داود و ابن عون عن الشعبي عن أبي هريرة
Hadits Rasul SAW yang bayan tasyri’ ini wajib diamalkan, sebagaimana kewajiban mengamalkan hadits-hadits lainnya. Ibnu Al-Qayyim berkata, bahwa hadits-hadits Rasul SAW yang berupa tambahan terhadap Al-Quran, merupakan kewajiban atau aturan yang harus ditaati, tidak boleh menolak atau mengingkarinya, dan ini bukanlah sikap (Rasul SAW) mendahului aL-Quran melainkan semata-mata karena perintah-Nya.





Ulangan Harian
A. Berilah tanda silang pada a, b, c, d atau e dengan baik dan benar!
1. Istilah lain dari bayan Al-Taqrir adalah...
a. bayan At-ta’kid
b. bayan Al-Itsbat
c. bayan Al-Tasyri’
d. bayan Al-Ta’yin
e. jawaban a dan b benar
2. Fungsi yang lain dari hadits adalah penjelasan dalam penetapam hukum yangtidak terdapat dalam nash Al-Quran hal tersebut dikenal dengn istilah bayan....
a. Al-Taqrir
b. Al-Tasyri’
c. Al-Itsbst
d. Al-Tafsir
e. Al-Ta’yin
3. Contoh hadits tentang penerapan hukum yang tidak ada dalam Al-Quran...
a. Haram mengawini dua wanita bersaudara
b. Haram makan belalang
c. Haram makan ikan laut terlalu banyak
d. Haram memelihara barang dalam sangkar
e. Haram makan daging babi
4. Tidak semua hal diterangkan Al-Quran secara mendetail. Maka, diperlukan hadits sebagai sumber hukum Islam kedua setelah Al-Quran. Apa alasannya...
a. Hadits sebagai pendamping Al-Quran
b. Hadits sebagai penjelas Al-Quran
c. Hadits merupakan perkataan, perbuatan dan ketentuan Nabi
d. Al-Quran menjadi pendamping hadits Rasulullah
e. Al-Quran yang menjelaskan hadits Nabi
5. Setiap ayat Al-Quran pasti mengandung inti makna. Adapun inti makna dari surat An-Nisa’ (4) ayat 59 adalah...
a. Beriman kepada Allah dan Rasul
b. Perintah membaca Al-Quran
c. Taat kepada pimpinan
d. Taat kepada Allah dan Rasul
e. Perintah membaca hadits
6. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikan ia kepada Allah dan Rasul-Nya...demikian cuplikan surat An-Nisa’ (4): 59 yang dimaksud kembali kepada Allah dan Rasul-Nya dalam ayat tersebut adalah...
a. Ijma’ ulama’ dan qiyas
b. Al-Quran dan ijma’ ulama’
c. Hadits dan Al-Quran
d. Ijma’ ulama’ dan ijtihad
e. Al-Quran dan hadits
7. Rukun-rukun shalat sebagaimana yang dilakukan umat Islam sekarang ini mulai dari takbir sampai dengan salam dijelaskan oleh...
a. Sunnah
b. Pendapat ulama’
c. Ijma’
d. Al-Quram
e. Guru
8. Jika dalam Al-Quran ada larangan berkata bohong di dalam hadits pun juga ada larangan bohong. Fungsi hadits dalam hal ini adalah..
a. Menjelaskan
b. Mengingatkan
c. Mencabang
d. Mengulang
e. Memperkuat
9. Dalam Al-Quran hukuman pencuri dipotong tangan tanpa menebutkan batasnya sedang dalam hadits tentang pemotongan tangan dibatasi pada pergelangan tangan.Fungsi hadits dalam hal ini adalah..
a. Takhsish al-am
b. Ta’yid al-mutlak                                                                                             
c. Tasyri’
d. Tafshil al-mujmal
e. Nasakh mansukh
10. فعليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين المهديين تمسكوا بها و عضوا عليها....
Arti hadits yang digaris bawah...
a. Diharapkan kamu berpegang teguh
b. Tak Layak kamu berpegang teguh
c. Mungkin kamu berpegang teguh
d. Bisa kamu berpegang teguh
e. Wajib bagi kamu semua berpegang sunnah
11. فإذا رأيتم الهلال فصوموا و إذا رأيتموه فأفطروا
Artinya, hadits di atas adalah mengauatkan Al-Quran QS. Al-Baqarah ayat 186
فمن شهد منكم الشهر فليصمه
Maka fungsi hadits di atas adalah sebagai berikut...
A. Bayan Al-taqrir
b. Bayan Al-Ta’qid
c. Bayan Al-Itsbat
d. Bayan Al-Tasyri’
e. Jawaban a, b dan c benar
12.Kata Suyuti orang yang menbingkari kehujjahan hadits yang etlah memenuhi persyaratan yang jelas adalah..
a. Muslim
b. Fasik
c. Mukhlish
d. Munafiq
e. Kafir
13. Bila ditinjau secara umum fungsi hadits adalah menjelaskan Al-Quran hal ini sesuai dengan ayat
a. و أنزلنا إليك الذكر لتبين ما نزل إليهم و لعلهم يتفكرون
b. فمن شهد منكم الشهر فليصمه
c. إذا كنتم الى الصلاة فاغسلوا وجوهكم و ايديكم الى المرافق وامسحوا برءوسكم وأرجلكم الى الكعبين
d. و أقيموا الصلاة و ءاتوا الزكاة واركعوا مع الراكعين
e. و السارق و السارقة فاقطعوا أيديهما جزاء بما كسبا نكالا من الله و الله عزيز حكيم
14. Hadits dalam Islam merupakan sumber dan dasar hukum..
a. Yang berdiri sendiri
b. Setelah Al-Quran
c. Yang mutlak harus diterima walau haditsnya maudu’
d. Yangsejejar dengan Al-Quran
e. Yang bebas dengan interfensi manusia
15. Pengguanaan hadits sebagai sumber hukum Islam yang kedua adalah didasarkan pada kecualihadi...
a. ayat-ayat Al-Quaran
b. hadits-hadits nabi yang shahih
c. ijma’ ulama’
d. sesuai dengan petunjuk akal
e. tradisi dan budaya Islam
16. Keharaman sesuatu berdasarkan pada hadits bagi umat Islam merupakan kewajiban yang harus diptuhi dan aturan yang harus ditaati, pendapat demikian adalah menurut...
a. Imam Muslim
b. Ibnu Al-Qoyim
c. Imam Bukhari
d. Imam syafi’i
e. Imam Malik
17. Periwtiwa-peristiwa yang menunjukkan bahwa para sahabat sepakat menggunakan haditsadalah sebagai berikut...
a.  Ketika Abu Bakar dibai’at menjadi khalifah, ia pernah berkata ”Saya tidak meninggalkan sedikitpun sesuatu yang diamalkan / atau dilaksanakan oleh Rasulullah, sesungguhnya saya takut tersesat jika saya meninggalkan perintahnya”.
b. Saat Umar berada di depan Hajar Aswat ia berkata: “Saya tahu bahwa engkau adalah batu. Seandainya asaya tidak melihat Rasulullah menciummu, saya tidak akan menciummu”.
c. . Pada suatu saat pernah ditannya kepada Abdullah bin Umar (Ibnu Umar) masalah ketentuan shalat safar dalam Al-Quran. Ia menjawab: “ Allah Swtelah mengutus Nabi Muhammadkepada kita dan kita tidak mengetahui sesuatu. Maka kami berbuat sebagaimana duduknya Rasulullah SAW. Saya makan sebagaimana duduknya Rasulullah dan saya shalat sebagaimana shalatnya Rasulullah.
d. Diceritakan dari Sa’id bin Musayyab bahwa Khalifah Usman bin Affanberkata: “ Saya duduk sebagaimana mengikuti duduknya Rasulullah SAW saya makan sebagaimana makannya Rasulullah SAW dan saya mengerjakan shalat sebagaimana shalatnya Rasulullah SAW.
e. Semua jawaban benar
18. Perhatikan firman Allah surat Ali Imran (3): 179 berikut
و لكن الله يجتبي من رسله من يشاء فامنوا بالله ورسله
Ayat di atas dijadikan dasar untuk....terhadap Rasul
a. Penguat
b. Beriaman
c. Pembatas
d. Penjelas
 19. قال رسول الله صلى اللهم عليه و سلم لا تقبل صلاة من أحدث حتي يتوضأ
 hadits di atas adalah contoh hadits yang menguatkan ayat Al-Quran berikut:
a. إذا كنتم الى الصلاة فاغسلوا وجوهكم و ايديكم الى المرافق وامسحوا برءوسكم وأرجلكم الى الكعبين
b. فمن شهد منكم الشهر فليصمه
c. ولله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلا
d. و أقيموا الصلاة و ءاتوا الزكاة
e. و السارق و السارقة فاقطعوا أيديهما جزاء بما كسبا نكالا من الله و الله عزيز حكيم
20. لا تقبل صلوا كما رايتمونى اصلى صلاة من أحدث حتى يتوضأ
Kata yang bergaris bawah artinya...
a. Ditolak
b. Dicium
c. Diagungkan
d. Ditahan
e. Diterima
21. hadits yang menjelaskan ayat Al-Quran yang masih global berikut:
a. و أقيموا الصلاة و ءاتوا الزكاة واركعوا مع الراكعين
b. فمن شهد منكم الشهر فليصمه
c. ولله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلا
d. يا أيها الذين ءامنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون
e. و السارق و السارقة فاقطعوا أيديهما جزاء بما كسبا نكالا من الله و الله عزيز حكيم
22. فمن شهد منكم الشهر فليصمه
 Kita yang bergaris bawah maksudnya:
a. Maka hendaklah berbuka
b. Maka hendaklah menahan
c. Maka hendaklah menahan
d. Maka hendalkah berkata diam
e. Maka hendaklah berkata saya berpuasa
23. Ayat AL-Quran yang menjelaskan salah satu fungsi hadits adalah menetapkan hukum adalah...
a. فمن شهد منكم الشهر فليصمه
b. إذا كنتم الى الصلاة فاغسلوا وجوهكم و ايديكم الى المرافق وامسحوا برءوسكم وأرجلكم الى الكعبين
c. و أقيموا الصلاة و ءاتوا الزكاة
d. و السارق و السارقة فاقطعوا أيديهما جزاء بما كسبا نكالا من الله و الله عزيز حكيم
e.  و ما ءاتاكم الرسول فخذوه و مانهاكم عنه فانتهوا واتقوا الله إن الله شديد العقاب
24. أتي رسول الله صلى اللهم عليه
Salah satu fungsi hadits adalah sebagai At-Tafsir, maksudnya
a. memberi rincian dan menjelaskan ayat-ayat Al-Quran yang masih global secara detail
b. Menetapkan hukum tersendiri yang tidak ada dalam Al-Quran
c. Menetralisir perbedaan yang ada dalam Al-Quran dan Hadits
d. Menguatkan hukum yang ada dalam Al-Quran
e. Menasakh ayat-ayat Al-Quran yang sudah tidak relefan
25.  و أطيعوا الله و أطيعوا الرسول واحذرو
 Kata yang bergaris bawah artinya
a. berjanjilah
b. taatlah
c. berhati-hatilah
d. ikutilah
e. terimalah
26. و سلم بسارق فقطع يده من مفصل الكف
 Hadits di atas berfungsi menjelaskan ayat Al-Quran yang masih global (mujmal) ayat yang dimaksud adalah
a. و أنزلنا إليك الذكر لتبين ما نزل إليهم و لعلهم يتفكرون
b. فمن شهد منكم الشهر فليصمه
c. إذا كنتم الى الصلاة فاغسلوا وجوهكم و ايديكم الى المرافق وامسحوا برءوسكم وأرجلكم الى الكعبين
d. و أقيموا الصلاة و ءاتوا الزكاة واركعوا مع الراكعين
e. و السارق و السارقة فاقطعوا أيديهما جزاء بما كسبا نكالا من الله و الله عزيز حكيم
27. Dibawah ini adalah dalil Al-Quran yang menjelaskan kedudukan hadits sebagai sumber hukum Islam yang kedua:
a. يا أيها الذين ءامنوا ءامنوا بالله ورسله و الكتاب الذي نزل على رسوله و الكتاب الذي أنزل من قبل و من يثكفر بالله و ملائكته و كتبه و رسوله و اليوم الأخر فقد ضل ضلالا بعيدا
b. قل أطيعوا الله و الرسول فإن تولوا فان الله لا يحب الكافرين
c. يا أيها الذين ءامنوا أطيعوا الله و أطيعوا الرسول و أولى الأمر منكم فإن تنازعتم في شئ فردوه إلى الله و الرسول إن كنتم تؤمنون بالله و اليوم الأخر ذلك خير و أحسن تأويلا
d. و ما ءاتاكم الرسول فخذوه و مانهاكم عنه فانتهوا واتقوا الله إن الله شديد العقاب
e. Semua jawaban benar
28. و ما ءاتاكم الرسول فخذوه و مانهاكم عنه فانتهوا واتقوا الله إن الله شديد العقاب
 potongan ayat bergaris bawah di atas artinya...
a. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, terimalah
b. Rasul selalu menerima apa yang diberikan Rasulnya
c. Allah akan memberikan sesuatu kepada Rasulnya
d. Allah akan berkomunikasi lewat Rasulnya
e. Rasul selalu berharap kebaikan dari Allah
29. قل أطيعوا الله و الرسول فإن تولوا فان الله لا يحب الكافرين
 artinya adalah
a. KatakanlahTaatlah kalian Allah dan Rasul-Nya; jika kamu taat, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.
b. Katakanlah! Taatlah kalian Allah dan Rasul-Nyal jika kamu tunduk, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.
c. Katakanlah! Taatlah kalian Allah dan Rasul-Nyal jika kamu takut, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.
d. KatakanlahTaatlah kalian Allah dan Rasul-Nya; jika kamu bertaqwa, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.
e. KatakanlahTaatlah kalian Allah dan Rasul-Nya; jika kamu taat, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.
KatakanlahTaatlah kalian Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.
30. Suatu saat Muadz dikirim oleh Rasulullah ke Yaman untuk berdakwah dan sebelumberangkat ia ditanya oleh Rasul bagaimana kamu akan menetapkan hukum bila dihadapkan pada suatu masalah Jawab Muadz adalah denga kitab Allah (Al-Quran), bila tidak kamu jumpai, dia menjawab denga sunnah Rasulullah. Ringkasan cerita di atas dapat digunakan sebagai dasar...
a. Hadits tidak harus dipakai untuk menetapkan hukum
b. Hadits masih digunakan sebagai sumber hukumpengganti Al-Quran
c. Bila hukum Al-Quran dirasakan kurang benar bisa diambil adari hadits
d. Hadits merupakan sumber hukum yang kedua setelah Al-Qurane. Hadits karena banyak yang maudhu’ maka perlu dipertanyakan kembali kedudukannya sebagai sumber hukum.
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1. Tulislah ayat Al-Quran yang menjelaskan bahwa hadits merupakan sumber hukum!
Jawab :.............................................................................................................................
2. Tulislah hadits menjelaskan kedudukannya sebagai sumber hukum!
Jawab :.............................................................................................................................
3. Coba ambil contoh-contoh para sahabat yang menepakati hadits sebagai sumber hukum!
Jawab :..............................................................................................................................
4. Jelaskan secara singkat fungsi hadits terhadap Al-Quran!
Jawab :..............................................................................................................................













8-Point Star:   4Standar Kompetensi

Medeskripsikan fungsi hadits terhadap Al-Quran

Kompetensi Dasar
·         Menjelaskan fungsi hadits terhadap Al-Quran
·         Menunjukkan fungsi fungsi hadits terhadap Al-Quran
·         Menerapkan fungsi hadits terhadap Al-Quran
Materi Pokok
PENGGOLONGAN  HADIS BEDASARKAN  KUANTITAS DAN KUALITAS
Secara konsepsihal bahwa hadist dari satu segi dapat dibagi menjadi dua, yaitu kuantitas. Yang dimaksud segi kuantitasnya adalah penggolongan hadits di tinjau dari banyaknya rowi yang meriwayatkan hadits. Sedangkan hadits bedaskan kualitasnya adalah penggolongan hadits dilihat dari aspek diterima atau ditolaknya.
A. PENGGOLONGAN HADITS BEDASARKAN BANYAKNYA ROWI
                Para sahabat dalam menerima hadits dari Nabi Muhammad saw. Terkadang berhadapan langsung dengan sahabat yang jumlahnya sangat banyak karena pada saat itu nabi sedang memberikan khutbah di hadapan kaum muslimin, terkadang hanya beberapa sahabat  saja. Demikian itu terus terjadi dari sahabat ke tabi’in sampai pada ke generasi yang menghimpun hadits dalam berbagai kitab. Dan sudah barang tentu informasi yang banyak di bawa oleh banyak rpwi lebih meyakinkan apabila dibandingkan dengan informasi yang di bawa oleh satu atau dua orang rowi saja. Dari sinilah, para ahli hadits membagi hadits menirut  jumlah rowinya.
1.       Hadits Mitawatir
Kata Mtawatir dilihat dari segi bahasa berarti Mutabi’ (   متبع ) atau (  متتبع ) yang artinya yang datang berturut-turut dan tidak ada jarak. Adapun Definisi Hadits Mutawatir Menurut al-Bbagdadi, adalah suatu hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dengan jumlah tertentu yang menurut kebiasaan mustahil bersepakat untuk berdusta. Dan al-bagdadi Menurut imam Syafi’i, Ia telah mengemukakan istilah hadits mutawatir dengan istilah khabar  al-anmamah.

Ada ualama yang menerangkan hadits mutawatir dengan jelas dan terperinci  yaitu In=bnu Hajar al-Asqalani, hadits mutawatir  yaitu hadis yang diriwayatkan oleh sejumlah orang yang mustahil melakukan kesepakatan untuk berdusta. Mereka itulah yang meriwayatkan hadits dari awal hingga akhir sanad.
Terjadi perbedaan pendapat di kalangan Para ulama tentang ketentuan  batas minimal beberapa jumlah rowi pada hadits mutawatir. Menurut Abu Thayyib adalah sekurang-kurangnya ada 4 orang pada tiap tabaqah(tingkatan) rowinya. Imam Syafi’i mengemukakan paling sedikit (minimal) 5 orang pada tiap tabaqah. Ada juga ulama lain yang menentukan paling sedikit 20 orang pada tiap tabaqah. Ada juga pendapat  yang keras dari sebagian ulama’ bahwa mereka menentukan hadis mutawatir harus menemui syarat 40 rowi pada tiap-tiap tabaqah (tingkatan).
Konekwensi logisnya Perbedaan pendapat di atas akan pengaruh pada kedudukan suatu hadits. Karena, pasti  setiap ahli hadits berbeda pula dalam melihatsebuah  hadits, apakah mutawatir atau tidak. Contohnya Ibnu Hibban dan al-Hazimi berpendapat bahwa hadits mutawatir mungkin jadi tidak ada, jika hadits mutawatir syarat-syaratnya sangat ketat. Namun menurutIbnu Shalan, hadits mutawatir  tetap ada namun jumlahnya tidak banyak.
Hadits mutawatir terbagi menjadi dua macam: pertama, mutawatir bi al-lafzi: kedua, mutawatir bi al-ma’na.
Mutawatir bil al-lafzi yaitu hadits mutawatir yang di riwayatkan oleh rowi yang banyak dan mencapai syarat-syarat mutawatir dengan redaksi dan mkna hadits yang sama antara riwayat satu dan riwayat yang lain. Sedangkan mutawatir  bi al-ma’na yaitu hadis yang mempunyai tingkat derajat berbeda antara yang di riwayatkan satu rowi dengan rowi yang lain, tetapi isi kandungan maknanya sama.
Menurut pendapatpara ulama’ ahli hadits, bahwa tak ada bole keraguan sedikitpun dalam memakai hadits mutawatir. Hadits mutawatir harus menyakini dan dipercayai dengan sepenuh hati. Hal ini sama dengan halnya dengan pengetahuan kita dengan adanya udara,angin panas,dingin, air,api dan jiwa,yang tapa membutuhkan penelitian ualang kita sudah percaya akan keberadaanya. Jadi ,dengan kata lain bahwa hukum hadits mutawatir adalah brsifat qat’i (pasti).
2. Hadits Ahad
Yang dimaksud Hadits ahad yaitu hadits yang diriwayatkan oeleh satu, dua, tiga orang atau lebih namun tidak mencapai tingkat mutawatir. Artinya, pada tiap-tiap tabaqah (tingkatan), jumlah rawi hadits ahad bisa hanya terdiri dari satu rawi, dua atau tiga eawi saja dan tidak mencapai dwrajat mutawatir.
Dikalangan para ulama’ ahli hadits terjadi perbedaan pendapat mengenai kedudukan hadits ahad untuk digunakan sebagai landasan hukum. Sebagai ulama’ ahli hadits berkeyakinan bahwa hadits ahad tidak bisa dijadikian landasan hukum untuk masalah aqidah. Sebab meneurut mereka, hadits ahad bukanlah qat’i as-tsubut (pasti ketetapannya). Namun menurut para ahli hadits yang lain dan mayoritas ulama, bahwa hadits ahad wajib diamalkan jika telah memenuhi syarat kesahihan hadits yang telsh disepakati.
Hadits ahad dibagi menjadi tiga macam, yaitu mansyur, hadits aziz dan hadits garib.
a. Hadits Mansyur
Definisi hadits mansyur adalah.....
ما رواه الثلاثة فأكثر و لم يصل درجة التواتر
Artinya:
Hadits yang diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih, namun belum mencapai derajat mutawatir.
Dari definisi tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa hadits mansyur adalah hadits yang diriwayatkan dari Nabi SAW. Oleh beberapa orang sahabat namun tidak mencapai tingkat mutawatir. Bisa jadi pada tabaqoh tingkat tabi’in atau setelah hadits itu diriwayatkan secara mutawatir. Tetapi ini tidak terjadi pada setiap tabaqoh. Dari segi tingkatannya, hadits mansyur ini yang paling dekat untuk derajat mutawatir. Hanya saja, ada pada salah satu tingkat rawinya tidak mencapai derajat mutawatir.
b. Hadits Aziz
Definisi hadits aziz adalah:
ما رواهاثنان و لو كان في طبقة واحدة ثم رواه بعد ذلك جماعة
Artinya:
Hadits yang diriwayatkan oleh dua orang pada satu tabaqoh. Kemudian pada tabaqoh selanjutnya banyak rawi yang meriwayatkannya.
Dari definisi tersebut di atas, jelaslah bahwa yang disebut dengan hadits aziz yaitu hadits yang ada pada salah satu atau setiap tabaqoh (tingkatan) rawinya hanya dijumpai dua rawi saja.
Suatu hadits yang dikatagorikan sebgai hadits aziz yaitu:
1. Di tiap-tiap tabaqoh (tingkatan hannya terdapat dua rawi saja.
2. Di salah satu tabaqoh (tingkatan) hanya terdapat dua rowi, meskipun tabaqoh yang lainnya lebih dari tiga rowi.
c. Hadits Garib
Dari segi bahasa kata Garib dari garaba yagribu yang artinya menyendiri, asing dan terpisah. Adapun menurut istilah hadits garib adalah:
ما انفرد بروايته شخص فى أي موضع رفع التفرد به من السند    
Artinya:
Hadits yang diriwayatkan oleh seorang rowi, dimanapun tempat sanaditu terjadi.
Dari definisi tersebut di atas, dapat dikatakan bahwa yang dimaksud dengan hadits garib yaitu hadits yang diriwayatkan oleh hanya seorang rowi saja, baik dalam seluruh tingkatan sanad atau pada salah satu tingkatan sanadnya.Adapun yang dimaksud dengan sanad menyendiri pada suatu hadits yaitu rowi yang meriwayatkan hadits secara sendirian tanpa ada rowi yang lain.
Kesendirian rowi twrsebut terdapat pada tingkatan tabi’in. Artinya kesendirian sanad pada tingkatan tabi’in akan berpengaruh terhadap hadits tersebut apakah hadits ditolak atai di terima. Jika kesendirian itu ada pada tingkatan sahabat, maka hadits tersebut akan dihukumi sebagai hadits garib karena kebanyakan para ahli hadits sepakat bahwa para sahabat dihukumi adil.
Hadits garib juga biasa disebut hadits fardun yang artinya hadits sendirian. Ibnu Hajar menganggap bahwa antara garib dan fardun adalah sinonim, baik secara bahasa maupun secara istilah, tetapi kebanyakan para ahli hadits membedakan antara garib dan fardun, yakni istilah fardun merujuk kepada garib mutlak, sedangkan istilah garib dipakai pada garib nisbi. Hal ini sesuai dengan pengklasifikasisn hadits garib yang memang dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
1) Hadits Garib Mutlak (fardun)
                  Hadits Garib Mutlak yaitu hadits yang diriwayatkan oleh satu rowi secara sendirian. Kesendirian rowi itu terdapat pada generasi tabi’in  atau pada generasi setelah tabi’in, dan bisa juga terjadi pada setiap tingkatan sanadnya.
2) Hadits Garib Nisbi
Yang termasuk sebagai hadits garib nisbi yaitu rowi hadits tersebut sendirian dalam hal sifat ataupun keadaan tertentu. Kesendirian dalam hal sifat atau keadaan rowi mempunyai tiga kemungkinan: pertama, sendirian dalam dalam hal keadilan dan kedabitan;  kedua, sendirian dalam hal tempat tinggal; ketiga, sendirian dalam hal rowi.
Klasifikasi Hadits Berdasarkan Berdasarkan Banyak Rowi
 
Klasifikasi Hadits Berdasarkan Banyak Rowi


 
 












 








B. Klasifikasi Hadits Berdasarkan Diterima dan Ditolaknya (Kualitas)
1. Hadits Shahih
أما الحديث الصحيح فهو الحديث المسند الذي يتصل إسناده بنقل العدل الضابط عن العدل الضابط إلى منتهاه و لا يكون شاذا و لا معللا
Artinya:
Hadits shahih adalah hadits musnad (hadits yang mempunnyai sanad) yang bersambung sanadnya, dan dinukil oleh seorang yang adil dan dabit dari orang yang adil dan dabit. Hingga akhir sanadnya, tanpa ada kejanggalan dan cacat.
Dari definisi tersebut di atas dapat dikatakan bahwa jang dimaksud dengan hadits shahih yaitu hadits yang sanadnya bersambung (tidak putus). Dan para rowi yang meriwayatkan hadits tersebut adalah adil dan dabit, serta dalam matan hadits tersebut tidak ada kejanggalan atau syad dan cacat (illah).
Untuk memeudahkan dalam memahami definisi hadits shahih di atas, dapat dijelaskan bahwa hadits shahih adalah hadits yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a. Haditsnya musnad, maksudnya yaitu hadits tersebut disandarkan kepada Nabi SAW dengan disertai sanad.
b. Sanadnya bersambung, artinya antara rowi dari hadits tersebut pernah bertemu langsung dengan gurunya.
c. Seluruh rowinya adil dan dabit, maksud rowi yang adil yaitu rowi yang bertaqwa dsn menjaga kehormatan dirinya, serta dapat menjauhi perbuatan buruk dan dosa besar seperti syirik, fasik dan bid’ah. Adapun yang dimaksud dengan dabit adalah kemampuan rowi dalsam menghafal hadits.
d. Tidak ada syad artinya, hadits tersebut tidak bertentangan dengan hadits dari rowi lain yang lebih kuat darinya.
e. Tidak ada illah. Artinay, dalam hadits tersebut tidak ditemukan cacat yang merusak keshahihan hadits.
Hadits shahih diklasifikasikan menjadi dua, yaitu shahih li dzati dan shahih li goiri.
a. Shahih Li Dzati
yaitu hadits yang memenuhi syarat-syarat hadits shahih sperti rowi harus adil, powi kuat ingatannya(dabit), sanadnya tidak putus, matanya tidak memiliki cacat dan tidak ada kejanggalan.
Shahih Li Goiri
Hadits yang memenuhi syarat-syarat hadits shahih, tetapu ada salah stu syarat nya tidak lengkap dalam hal  ini, syarat kedabitan rowi tidak terpenuhi. Jadi, hadits shahih li goiri adalah hadits yang berkualitas shahih, namun salah satu rowinya tidak dabit (lemah dalam hafalan.
Hukum memekai hadits shahih adalah wajub sebagai kesepakatan para ahli hadits dan para fuqoha’ Argumennya adalah hadits shahih adalah salah satu hukum syariah, sehingga tidak ada alasan untuk mengingkarinya.
2. Hadits Hasan
Kata hasan berasal dari kata al-husnu yang berarti jamalu, yang artinya kecantikan dan keindahan. Adapun tentang definisi hadits hasan, ada beberapa pendapat diantara para muhadditsin:
أن لا يكون في إسناده من يتهم بالكذب و لا يكون حديثا شاذا و يروي من غير وجه نحو ذلك
Artinya:
Hadits yang dalam sanadnya tidak ada orang yang tertuduh bohong, haditsnya tidak janggal, serta diriwayatkan tidak hanya satu jalur rowian.
Definisi hadits hasan yang dikemukakan oleh Tirmidzi ini masih umum dan hampir lama dengan definisi hadits shahih juga mensyaratkan sanadnya tidak tertuduh dusta, haditsnya tidak janggal, dan tidak hannya terdapat satu jalur rowi saja.
Definisi yang lebih jelas dan detail adalah yang dikemukakan oleh kebanyakan ulama hadits, yaitu:
ما نقله عدل قليل الضبط متصل السند غير معلل و لا شاذ
Artinya: Hadits yang dinukil oleh seorang yang adail tetapi tidak begitu kuat ingatannya, bersambung sanadnya, dan tidak terdapat cacat serta kejanggalan pada matanya.
Perbedaan antara hadits sahih dan hadits hasan memang sangat sedikit dan tipis. Bahkan sebagaian ulama hadits mengatakan bahwa antara hadits sahih li goirih dan hadits hasan li zatih adalah asma. Hal ini bisa dilihat dari definisi dari Ibnu Hajar al-Asqalani: bahwa hadits hasan adalah hadits yang diriwayatkan oleh seorang yang adil, sanadnya bersambung, memiliki daya ingat yang kuat, tidak terdapat ilah, dan tidak syad. Maka inilah yang disebut dengan shahih li datih. Namun jika daya ingat (kedhobitan) rowi kurang, maka hadits yang diriwayatkannya dinakan hasan li zatih.
Hukum memakai hadits hasan sama dengan hadits sahih, walaupun dari sisi kekuatannya hadits hasan berada di bawah level hadits sahih. Demikian menurut ahli fiqih (fuqoha’) dan mayoritas ahli hadits juga memakai hadits hasan sebagai hujjah, seperti al-Hakim, Ibnu Hibban, dan Ibnu Khuzaimah. Namun pengelompokan hadits hasan kledalam hadits sahih itu disertai pendapat bahwa hadits hasan tersebut dibawah kualitas hadits sahih.
3. Hadits Daif
Definisi hadits daif adalah:
ما لم يجمع صفات القبول بفقد  شرط من شروطه
Artinya:
Hadits yang tidak memenuhi syarat diterimanya suatu hadits dikarenakan hilangnya salah satu syarat dari beberapa syarat yang ada.
Dari definisi tersebut di atas dapat dikatakan bahwa jika salah satu syarat dari beberapa syarat diterimanya suatu hadits tidak ada, maka hadits tersebut diklasifikasikan ke dalam hadits daif.
Para ulama ada perbedaan pendapat mengenai masalah hukum menggunakan hadits daif. Mayoritas ulama membolehkan mengambil hadits daif sebagai hujjah, bila terbatas pada masalah fada’il al-a’mal. (lihat Irham Khumaidi : 2008, hal. 51-66).








Ulangan Harian
Berilah tanda silang pada jawaban a, b, c, d, atau e dengan baik dan benar!
1. Diantara syarat-syarat hadits sahih adalah tidak muallalatau berilat. Maksud tidak mualal adalah...a. a. Tidak kuat hafalannya
b. Kurang adil
c. Memiliki kekurangan
d. Kerang sempurna
e. Tidak mempunyai cacat
2. Ulama hadits sulit sekali membedakan antara hadits sahih dan hadits hasan dan di kalangan ahli hadits pada umumnya hanya membedakan pada sisi...
a. Ke dhabitan para roeinya
b. keadilan rowinya
c. Ketegasan rowinya
d. Setatus sosial rowinya
e. Istiqomah rowinya
3. Hadits dari satu segi dapat ditinjau dari yaitu sisi kuantitasnya dan kualitasnya. Adapun yang dimaksud tinjauan dari sisi kuantitasnya adalah...
a. Mengkaji suatu hadits dari sisi banyaknya rowi
b. Melihat dari isi kandungan hadits
c. Mengkaji dari sisi sejarahnya
d. Melihat dari sisi apakan hadits tersebut dapat diterima atau ditolak
e.Dilihat dari sisi sanad dan matan haditsnya
4. Hadits Dari satu segi dapat ditinjau dari dua sisi kuantitasnya dan kualitasnya. Adapun yang dimaksud dengan tinjauan pada sisi kualitasnya adalah...
a. Mengkaji suatu hadits dari segi banyaknya rowi
b. Melihat dari sisi kandungan hadits
c. Mengkaji dari sisi sejarahnya
d. Melihat dari sisi apakah hadits dapat diterima atau ditolaknya
e. Dilihat dari sisi sanad dan matan haditsnya
 5. Imam Syafi’i menggunakan istilah hadits mutawatir dengan istilah...
a. Khabar al-khoshob
b. Khabar al- ammah
c. Khabar al-fardi
d. Khabar al-akbar
e. Khabar al-kabir
6. Dibawah ini adalah salah satu pokok pikiran yang terdapat pada definisi hadits mutawatir
a. Rowinya dari para sahabat yang terpilih dan terjaga hafalannya
b. Rawi dari generasi tabi’in bertemu dengan generasi sahabat mininal sudah baligh
c. Rowi yang meriwayatkan hadits semua harus laki-laki
d. Jumlah rowinya banyak dan mereka mustahil sepakat untuk berdusta
e. Jumlah pada tingkatan sahabat minimal dua orang
7. Abu toyyib berpendapat dua hadits dapat dikatagorikan sebagai hadits mutawatir apabila jumlah rowi padatiap tingkatan minimal
a. Dua orang laki-laki dan dua orang perempuan
b. Sembilan orang
c. Tujuh orang
d. Delapan orang
e. Empat orang
8. Imama Syafi’i berpendapat bahwa sebuah hadits dapat dikatagorikan sebagai hadits mutawatir apabila jumlah rowi pada tiap tingkatan minimal...
a. Dua orang laki-laki dan dua orang perempuan
b. Sembilan orang
c. Tujuh orang
d. Delapan orang
e. Empat orang
9. Yang dimaksud dngan hadits mutawatir lafdzi adalah hadits yang diriwayatkan oleh rowi yang banyak dan...
a. Susunan redaksi berbeda tetapi maknanya sama
b. Susubab redaksi dan maknanya sama
c. Susunan redaksinya sesuai dengan apa yang dituntun Nabi
d. Redaksinya langsung dari Allah
e. Maknanya dari Allah sedangkan redaksinya dari Nabi SAW
10. Yang dimaksud dengan hadits mutawatir maknawi adalah hadits yang diriwayatkan oleh perowi yang banyak dan...
a. Susunan redaksi berbeda tetapi maknanya sama
b. Susubab redaksi dan maknanya sama
c. Susunan redaksinya sesuai dengan apa yang dituntun Nabi
d. Redaksinya langsung dari Allah
e. Maknanya dari Allah sedangkan redaksinya dari Nabi SAW
11. Jumhurul ulama bersepakat bahwa hukum menggunakann dan mempercayai hadits mutawatir adalah...
a. Mubah
b.Wajib
c.Mustahabah
d. Jaiz
e. Sunah
12. أن لا يكون في إسناده من يتهم بالكذب و لا يكون حديثا شاذا و يروي من غير وجه نحو ذلك
 Ungkapan di atas adalah definisi tentang hadits...
a. Mutawatir
b. Aziz
c. Mansyur
d. Dhaif
e. Hasan    
13. ما انفرد بروايته شخص فى أي موضع رفع التفرد به من السند  
Ungkapan di atas adalah definisi tentang hadits...
a. Mutawatir
b. Aziz
c. Mansyur
d. Gharib
e. Hasan         
14. ما لم يجمع صفات القبول بفقد  شرط من شروطه
Ungkapan di atas adalah definisi tentang hadits...
a. Mutawatir
b. Aziz
c. Mansyur
d. Dhaif
e. Hasan    
15. Ditinjau dari segi bahasa kata mutawatir adalah sinonim dengan kata muttatabi’ yang artinya...
a. Yang berlangsung dalam waktu yang lama
b. Yang berjenjeng dari atas ke bawah
c. Ynag menyambung dengan tali
d. Yang mempunyai ujung
e. Yang datang dengan berturut-turut dan tidak mempunyai jarak
16. Yang disebut hadits mutawatir adalah apabila suatu hadits diriwayatkan oleh...
a. Banyak rowi
b. Satu rowi
c. Dua rowi
d. Minimal dua rowi
e. Imam Bukhari, Imam Muslim dan Abu Daud
17. Salah satu jenis hadits ahad adalah hadits masyhur. Adapun hadits masyhur adalah yang diriwayatkan oleh...rowi
a. satu
b. dua
c. tiga
d. empat
e. lima        
18. Dari segi bahasa kata garib artinya...
a. Menyatu
b. Asing
c. Sedikit
d. Tidak sempurna
e. Sesuatu yang janggal 
19. Apabila ada sebuah hadits yang hadits tersebut btidak bisa dikatagorikan sebagai hadits sahih dan hasan maka hadits tersebut dikatagorikan dengan hadits...
a. Marfu’
b. Manqul
c. Dhaif
d. Maqthu’
e. Sahih li gairih 
20. Apabila anda menjumpai sebuah hadits dan setelah anda teliti ternyata hanya diriwayatkan hanya oleh satu rowi saja maka hadits tersebut dikatagorikan sebagai hadits...
a. Mansyur
b. Aziz
c. Shahih
d. Garib
e. Dha’if 
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan jelas dan benar !
1. Apabila kita mengkaji sebuah hadits ditinjau dari sisi jumlah rowinya maka dapat dibagi menjadi dua. Coba anda jelaskan !
Jawab :..................................................................................................................................................
2. Apa yang dimaksud dengan hadits mutawatir. Jelaskan dari segi bahasa dan istilah...
Jawab :................................................................................................................................................
3. Sebutkan syarat-syarat yang harus dipenuhi supaya hadits tersebut dikatagorikan sebagai hadits shahih !
Jawab :................................................................................................................................................
4. Jelaskan kedudukan hadits mutawatir menurut jumhur Ulama !
Jawab :.................................................................................................................................................
5. Apa yang dimaksud dengan hadits garib !
Jawab :...................................................................................................................................................



 


8-Point Star:   5Standar Kompetensi

Memahami ayat-ayat Al-Quran tentang keikhlasan dalam beribadah

Kompetensi Dasar
·         Mengartikan QS. Al-An’am 162-163; Al-Bayyinah: 5. Dan hadits tentang keikhlasan dalam beribadah.
·         Menjelaskan kandunan QS. Al-An’am 162-163; Al-Bayyinah: 5. Dan hadits tentang keikhlasan dalam beribadah.
·         Menampilkan perilaku ikhlas dalam beribadah seperti yang terkandung dalam QS. Al-An’am 162-163; Al-Bayyinah: 5. Dan hadits tentang keikhlasan dalam beribadah.
Materi Pokok
قل إن صلاتى و نسكى و محياى ومماتى لله رب العلمين (162) لا شريك له و بذلك أمرت و أنا أول المسلمين (163)
(نسك)
(مماتى)
و ما أمروا إلا ليعبدوا الله مخلصين له الدين حنفاء و يقيموا الصلوة و يؤتوا الزكوة وذلك دين القيمة (5)
(مخلصين)
(خلص)
(حنفاء)
عن عائشة قالت قال رسول الله صلى الله عليه و سلم أحب الأعمال إلى الله تعالى أدومها و ان قل قال و كانت عائشة إذا عملت العمل لزمته
و بذلك أمرت
(نسكى)
(وأناأولالمسلمين)
(حنفاء)
(المخلصين)
(دين القيمة)
(يقيمون الصلوة)
(أحب الأعمال إلى الله تعالى أدومها)
(و كانت عائشة إذا عملت العمل لزمته)
اقواله صلى الله عليه و سلم و افعاله و احواله
اخرجه الشيخان
متفق عليه
الطريق الموصل الى المتن
ما نقل عن النبي صلى الله عله و سلم من اقوال و افعال و ثقرير
عليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين المهديين بعدي
المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضا
قال الله عز و جل انا عند ظن عبديبي و انا معه حيث يذكرني (رواه البخاري عن ابى هريرة)
فإذا ريتم الهلال فصوموا و إذا رأيتموه فأفطروا
فمن شهد منكم الشهر فليصمه
صلوا كما رأيتموني اصلى (رواه البخارى و مسلم من مالك)
كان النبى صلى الله عليه و سلم يسوى صفوفنا اذا قمنا الى الصلاة فاذا استوينا كبر (رواه مسلم)
لا، ولكنه ليس فى ارض قومى كلوا فإنه حلال (متفق عليه)
(حنفاء)
عن عبد الله ابن عمر و بن العاص عن النبى صلى الله عليه و سلم قال : رضا الله فر رضا الوالدين و سخط الله فى سخط الوالدين (رواه البيهقى)
a. عن عبد الله ابن عمر و بن العاص عن النبى صلى الله عليه و سلم قال
b. عن النبى صلى الله عليه و سلم قال
c. رضا الله فر رضا الوالدين و سخط الله فى سخط الوالدين
d. رواه البيهقى
e. عن عبد الله ابن عمر و بن العاص عن النبى صلى الله عليه و سلم قال : رضا الله فر رضا الوالدين و سخط الله فى سخط الوالدين (رواه البيهقى)
31عن ام المؤمنين عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من احدث في امرنا هذا ما ليس منه فهو رد (متفق عليه)
ما اضيف الى النبى صلى الله عليه و سلم او غيره
وأطيعوا الله و أطيعوا الرسول
فعليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين المهديين تمسكوا بها و عضوا عليها....  ...





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar